Oleh: Moh. Anis Romzi

Belajar dari benda-benda di sekitar kita. Ada sifat yang konsisten melekat pada mereka. Karena sifat yang senantiasa menempel menjadi karakter pada akhirnya. Konsistensi adalah gambaran jati diri sang empunya. Pemimpin mampu menyarikan kebaikan untuk menjadi watak diri dan institusi. Sifat-sifat benda yang konsisten dapat menjadi inspirasi seorang pemimpin. Semangat, sejuk menyegarkan, tegar menerima apasaja sekaligus membalas kebaikan, pemberi kehidupan, dan penunjuk jalan.

Api mewakili sumber panas. Ia menggambarkan semangat. Dalam institusi pemimpin mengibarkan semangat kepada anggotanya untuk tetap menyalakan semangat. Tidak peduli halangan, atau rintangan menghadang. Api dapat menembus dinding hambatan. Pemimpin dengan sifat nyala api membara dalam mempertahankan cita-cita tetap di jalannya.

Air lambang kesejukan dan pelepas dahaga. Setara dengan api, air memiliki sifat kebalikan dari api. Pelajaran bagi seorang pemimpin memberikan kesejukan dalam institusi. Pemimpin dengan sifat air meredam aneka konflik dalam institusi. Kehadirannya mengayomi siapa saja. Sebagaimana sifat air, pemimpin dapat beradaptasi dengan wadah apapun.

Tanah sumber kehidupan segala tanaman. Ia tempat berpijak seluruh kehidupan di bumi. Tanah rela menyimpan segala keburukan dan mengubah menjadi kebaikan. Lihat dengan jatuhnya dedaunan, aneka limbah manusia dan binatang. Tanah mengembalikannya dengan kesuburan. Pun tanah mengurai sampah menjadi berkah(; baca kebaikan yang bertambah). Kembali pemimpin mengadopsi sifat positif tanah dalam kepemimpinan. Ia menjadikan masalah untuk membedakan. Termasuk dalam institusi.

Udara membawa memberikan pertahanan pada kehidupan. Ia tidak nampak, bahkan kehadirannya tidak terasa dalam badan kita. Seperti dalam konteks teori pembelajaran natural. Udara telah menyatu dalam tubuh. Masuk dan keluarnya tidak perlu dipaksa lagi. Ia hadir dan pergi sesuai kebutuhan manusia. Sama halnya dengan pemimpin, ia menjiwai institusi yang dipimpinnya. Pemimpin dengan sifat udara mampu mengenal institusi layaknya ia mengenal diri dan Tuhannya. Selanjutnya ia dapat masuk pada semua warna anggota institusi. Ia faham betul kapan masuk pun ketika dengan keluarnya.

Cahaya membawa pada jalan yang benar. Ia materi produk dari sumber panas. Cahaya pun melambangkan kebersihan. Ia penerang pada indra netra. Sebagus apapun netra manusia tidak akan berfungsi sama sekali tanpa cahaya. Dengan cahaya kita mampu mengenali benda sekitar kita. Ia membantu kerja mata dengan lebih sederhana. Pemimpin adalah mereka yang menerangi sekitarnya. Ia rela berkeras menunjukkan jalan pada anggotanya.

Pemimpin dapat belajar dari apa saja yang ada di langit dan di bumi. Lima elemen utama alam cerminan dari sifat sang pemimpin. Kecerdasan pemimpin mampu mengejawantahkan secara tepat dalam kepemimpinan. Kapan harus muncul sifat api, air, tanah, udara, dan cahaya sang pemimpin dapat menggunakan dengan tepat. Kasongan-Sampit, Kalteng, 25/3/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *