Oleh: Moh. Anis Romzi

Seorang pemimpin laksana dirijen dalam sebuah orkestra. Tanggung jawabnya mengantarkan harmonisasi pada aneka alat musikal pada  irama tujuan. Ada banyak potensi yang harus diorganisir untuk mewujudkan cita-cita institusi. Kemampuan mengelola aneka potensi inilah seninya dalam memimpin. Seni memimpin terangkum dalam manajemen kepemimpinan.

Dalam mengemban tugas pemimpin Floyd Ruch dalam (Gerungan:2009) merumuskan sebagai berikut:

  1. Structuring the situation

Pemimpin memberikan struktur yang jelas tentang situasi-situasi rumit yang dihadapi kelompok. Pemimpin dapat memulainya dengan pembacaan potensi sumberdaya. Sumber daya dimaksud dapat berupa manusia maupun alat yang dimiliki. Selanjutnya pemimpin bersama sumber daya dapat melakukan analisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Lazim analisa ini disebut dengan SWOT. Bahan analisa dapat berupa data yang sahih. Dalam institusi pendidikan raport mutu, evaluasi  diri sekolah, isian borang akreditasi dapat dijadikan data awal analisa. Keluhan dan masukan pengguna layanan juga dapat dipertimbangkan.

  • Controlling gorup bahaviour

Pemimpin mengawasi dan mengarahkan tingkah laku kelompok. Walaupun anggota kelompok pada awalnya memiliki tujuan yang sama. Namun, pada saat di tengah perjalanan akan sangat mungkin bergeser. Komunikasi adalah kunci pengendalian perilaku kelompok. Seorang pemimpin wajib mendengarkan apa yang dirasakan oleh anggota kelompok. Dari bermacam perilaku hendaknya menjadi perhatian pemimpin. Keluhan yang berdampak pada perilaku kelompok secara negatif harus cepat diselesaikan. Inilah yang dimaksud komunikasi dengan tujuan deteksi dini kecacatan produk. Pemimpin bertanggungjawab jawab penuh atas perilaku kelompok.

  • Spokesman of the group

Ia (pemimpin) harus menjadi juru bicara kelompoknya. Selanjutnya ketika menjadi juru bicara ia mesti mampu menjelaskan tujuan, aksi, dan kinerja kelompok kepada pengguna layanan. Pemimpin bertanggungjawab pada semua. Secara hirarki kegagalan kelompok adalah kegagalan pemimpin sejatinya. Pemimpin ke dalam institusi memberikan motivasi kepada anggota kelompok. Sedangkan keluar memberikan dukungan penuh atas keberhasilan anggota kelompoknya. Kepada publik pemimpin mampu menyuarakan secara positif capaian kelompok. Kejelasan informasi menjadi pokok untuk disampaikan.

Dalam konteks institusi pendidikan pemimpin formal di tangan kepala sekolah. Kepala sekolah mempunyai tugas pokok terkait kompetensinya. Kompetensi manajerial, supervisi, dan kewirausahaan. Ketiga kompetensi tersebut ditopang dengan kepribadian dan sosial yang kuat. Dalam pengamalannya kepala sekolah dapat menerapkan seperti yang diungkapkan Floyd Ruch di atas.

Seorang pemimpin yang memahami tugas, pokok, fungsinya akan lebih mudah mengaplikasikan dalam tataran kerja. Ini adalah kecakapan yang senantiasa berkembang. Pemimpin harus terus belajar. Tugas-tugas memimpin akan terus ada seiring waktu membersamai sang pemimpin.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 21/3/2021

Bahan bacaan: 1. Gerungan, W.A, Psikologi Sosial, Redika Aditama, Bandung, 2009, 2. Hoerr, R. Thomas, Buku Kerja Multiple Intellegences, Kaifa, Bandung, 2007

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *