Oleh: Moh. Anis Romzi

Seorang pemimpin tidak pernah berdiri sendiri. Serendah-rendahnya itu adalah sebuah kelompok kecil. Di  dalamnya semua berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama.

Masyarakat adalah komunitas belajar bagi pemimpin tanpa batas. Pemimpin perlu melihat bahwa masyarakat adalah organisme yang terus berkembang. Nilai-nilai positif dalam masyarakat dapat diadopsi untuk diterapkan dalam skala kelompok kecil organisasi.

Kepemimpinan adalah kerja kelompok. Baik itu kelompok kecil maupun besar. Seorang pemimpin yang memaksakan kehendak dalam kelompok tidak elok. Pemimpin perlu memperhatikan kebutuhan kelompoknya dulu, sebelum bergeser pada pelanggan eksternal.

Pemimpin yang baik memperhatikan kebutuhan kelompoknya. Ia menyadari bahwa seorang pemimpin tidak berarti apa-apa tanpa produktivitas kelompok. Kebutuhan yang terpenuhi akan melahirkan tanggung jawab, semangat, dan motivasi untuk bekerja.

Gerungan (2009) dalam buku Psikologi Sosial Menyatakan bahwa untuk menjadi produktif kelompok kecil harus memenuhi delapan prinsip. Ini dimaksudkan agar anggota kelompok dapat berinteraksi secara efektif. Delapan prinsip itu secara berturut-turut sekaligus dengan penjelasan singkatnya:

Suasana atau atmosphere. Yang dimaksud suasana adalah bahwa suasana kerja di tempat kelompok itu memberikan kesan kepada anggota bahwa semua dianggap setaraf. Tidak ada anggota yang diperlakukan berbeda (kurang baik) dari anggota lainnya. Semua anggota adalah guru sekaligus murid.

Rasa aman. Anggota kelompok sebaiknya bekerja dalam rasa aman, tidak terdapat ancaman dari salah seorang anggota terhadap yang lain. Kecurigaan antar anggota kelompok akan menghambat produktivitas kelompok. Kecurigaan dan ketakutan menyebabkan seseorang tidak lagi ikut serta dengan seluruh kemampuannya.

Kepemimpinan bergilir. Berdasarkan pengalaman, kelompok-kelompok sebenarnya dapat bekerja tanpa adanya pemimpin resmi, dan tugas-tugas kepemimpinan itu dapat dilakukan juga oleh anggota-anggota lainnya dalam kelompok. Dalam kepemimpinan yang bergilir itu, kepercayaan dan kemampuan diri  sendiri dan kemampuan anggota lain akan bertambah. Ini karena masing-masing sudah saling mengenal dalam kewajiban tugasnya.

Perumusan tujuan. Banyak organisasi yang berjalan atas dasar kebiasaan dan rutinitas semata. Ini tidak melahirkan kesadaran yang jelas mengapa dan untuk apa sebenarnya organisasi itu berdiri. Organisasi yang bekerja dengan produktif senantiasa sadar akan tujuannya.  Setiap anggota organisasi seyogianya menanyakan kepada dirinya sendiri untuk ia bergabung?

Fleksibilitas. Ini bermakna bahwa pemimpin perlu adaptif dalam setiap perubahan. Maksud dari fleksibilitas bahwa dalam merencanakan dan melaksanakan mengandung kelenturan. Apabila keadaan tetiba berubah, maka sangat dimungkinkan terjadinya perubahan pelaksanaan dari rencana.

Mufakat. Dalam organisasi musyawarah dan mufakat adalah pola kehidupan berorganisasi di Indonesia. Bahwa dalam sebuah kepemimpinan tidak semata-mata berdasarkan pada suara terbanyak. Apabila dalam anggota kelompok terdapat dua terpisah pro-kontra akan terjadi perpecahan. Konsensus adalah cara efektif untuk semua anggota kelompok tetap berdaya. Dengan catatan atas dasar pertimbangan yang cukup.

Kesadaran kelompok. Saling pengertian dan merasakan kepentingan anggota kelompok adalah bagian penting untuk menjadi organisasi yang produktif. Semua anggota kelompok perlu memahami bahwa ada proses yang harus dilalui bersama untuk berhasil. Ketika terjadi interaksi sosial positif antar anggota kelompok, lambat-laun kesadaran bersama akan tumbuh.

Penilaian sinambung. Kelompok yang sehat perlu mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan kelompok. Apakah kegiatan itu sesuai dengan keinginan dan tujuan kegiatan kelompok.  Evaluasi kegiatan kelompok sebaiknya dilakukan secara kritis dan berkesinambungan.

Dengan mengenal psikologi sosial, seorang pemimpin dapat meraih tujuan bersama atas dasar cita-cita bersama kelompok.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 19/3/2021 Bahan bacaan: Gerungan, W.A, Psikologi Sosial, Redika Aditama, Bandung, 2009

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *