paper boats on solid surface

Kepemimpinan (40) Insting Masa Depan
Oleh: Moh. Anis Romzi
Kepemimpinan sejatinya adalah seni. Selain pendekatan saintifik adakalanya juga mengedepankan peran otak bawah sadar. Sebagai sebuah seni, maka Kepemimpinan akan berhubungan dan berdampak pada orang lain. Seorang pemimpin hendaknya mampu menyajikan proses kepemimpinan dengan indah. Maknanya menarik bagi anggota organisasi. Berkenaan dengan hal tersebut maka kepemimpinan memerlukan pengelolaan dengan terampil.
Seorang pemimpin terkadang dibutuhkan untuk berimajinasi. Ini bukan berarti berupa angan-angan kosong. Imajinasi seorang pemimpin adalah visualisasi masa depan organisasi yang dipimpinnya. Walaupun tampak dalam pandangan mata terkadang seorang pemimpin terkesan melamun. Namun sejatinya, ia sedang berpikir untuk membaca masa depan. Pun ini memerlukan keterampilan. Dalam konteks pengelolaan ini dapat disebut sebagai keterampilan manajerial.
Menurut Robert Kost keterampilan yang diperlukan seorang pemimpin ada 4, yaitu:

  1. Keterampilan konseptual. Yaitu kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan institusi.
  2. Keterampilan kemanusiaan. Itu adalah kemampuan untuk bekerja dengan memahami dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok.
  3. Keterampilan administratif. Yaitu kemampuan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, staffing atau penyusunan personalia organisasi dan pengawasan.
  4. Keterampilan teknik. Yaitu kemampuan untuk menggunakan alat-alat, prosedur-prosedur, atau teknik-teknik dari suatu bidang tertentu, misalnya; akuntansi, permesinan, penjualan dan sebagainya.
    Merencanakan masa depan institusi adalah tugas pemimpin. Dalam manajemen kepemimpinan perencanaan merupakan tahap paling pertama. Perencanaan sendiri memiliki makna pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa? Ini adalah keterampilan yang bersifat ilmiah. Perencanaan seperti ini memerlukan data fakta yang akurat.
    Dalam perencanaan dikenal ada beberapa jenis. Di antaranya adalah rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis berisi tentang tujuan besar sebuah institusi. Selanjutnya dalam rencana strategis juga memuat penentuan program-program, kebijakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan rencana operasional adalah uraian terperinci bagaimana rencana strategis akan diterapkan.
    Saat menjadi seorang pemimpin memiliki insting masa depan sangat penting. Ini menggambarkan kemampuan sang empunya untuk membaca situasi, peluang, hambatan, dan tantangan institusi. Insting masa depan seorang pemimpin bukanlah ramalan tanpa dasar. Kecepatan membaca situasi, peluang, hambatan inilah amunisi untuk melejitkan insting masa depan seorang pemimpin.
    Praktik menerapkan insting masa depan seorang pemimpin juga melibatkan intuisi. Pemimpin adakalanya mengikuti kata hati saat mengambil keputusan. Ada masanya sang pemimpin harus memutuskan dengan cepat. Ketika saat itu muncul maka pikiran bawah sadar bekerja. Bukan tanpa risiko, namun harus tetap diambil. Insting masa depan, seorang pemimpin wajib memiliki.
    Pemimpin berpengaruh besar pada pencapaian masa depan institusi dari sekarang. Keterpaduan antara pendekatan ilmiah dan insting dalam kepemimpinan sulit untuk dihindarkan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 18/3/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *