Oleh: Moh. Anis Romzi

Akan ada banyak perubahan pada setiap zaman. Itu adalah sebuah keniscayaan. Dalam sebuah institusi menghadapi sebuah perubahan bukanlah perkara mudah. Itu karena bersifat tim. Berkenaan dengan hal itu maka diperlukan sebuah kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan.

Setiap pemimpin harus adaptif terhadap segala perubahan. Apabila menginginkan institusi yang dipimpinnya memberi pengaruh pada jangka yang lebih lama. Perubahan adakalanya tidak tunggal.  Berdasarkan tingkat kedalaman dan metodenya, jenis perubahan meliputi perubahan rutin, darurat, mutu, radikal, dan kondisi makro.

Kepemimpinan transformasional menawarkan sikap adaptif seorang pemimpin. Ini akan membawa sang pemimpin siap terhadap aneka macam perubahan. Dalam kepemimpinan transformasional ini pula akan melahirkan manajemen transisi atau tranformasi. Itu bermakna mengubah sesuatu menjadi bentuk lain yang berbeda. Kepemimpinan ini tepat diterapkan pada situasi perubahan.

Kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memiliki visi jauh ke depan. Itu mampu mengidentifikasi perubahan lingkungan, dan pada akhirnya mampu mentransformasi perubahan itu ke dalam organisasi; memelopori perubahan dan memberikan motivasi dan inspirasi kepada individu-individu karyawan untuk kreatif dan inovatif, serta membangun team work yang solid; membawa pembaharuan dalam etos kerja dan kinerja manajemen; berani dan bertanggung jawab memimpin dan mengendalikan organisasi, (Bass:1985). Esensi kepemimpinan transformasional adalah sharing of power dengan melibatkan bawahan secara bersama-sama untuk melakukan perubahan. Dalam merumuskan perubahan biasanya digunakan pendekatan transformasional yang manusiawi, di mana lingkungan kerja yang partisipatif dengan manajemen yang kolegial  penuh keterbukaan dan kebersamaan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan yang mendasar dan dilandasi oleh nilai-nilai agama, sistem dan budaya untuk menciptakan inovasi dan kreativitas pengikutnya dalam rangka mencapai visi yang telah ditetapkan.

Dalam konteks pendidikan kepala sekolah sebagai pemimpin adalah agen perubahan. Sebagai agen perubahan kepala sekolah memiliki peran sebagai berikut:

  1. Katalis, ini adalah peran sebagai pemimpin untuk meyakinkan pendidik dan tenaga kependidikan di masing-masing sekolah. Kepala sekolah meyakinkan  seluruh warga sekolah bahwa perubahan yang dilakukan akan membuat sekolah menjadi lebih baik.
  2. Pemberi solusi ,ini adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin dapat memberi jalan keluar untuk pemecahan masalah yang dialami warga sekolah dalam melakukan perubahan.
  3. Mediator, Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin membantu melancarkan proses perubahan.
  4. Penghubung sumber daya, kepala sekolah berperan sebagai penghubung pendidik, dan tenaga administrasi di satuan pendidikan.

Kepemimpinan transformasional memberikan ruang kepada pemimpin untuk membawa perubahan bersama. Dengan catatan sang pemimpin mampu menerjemahkan bahwa perubahan itu bukanlah hal yang tabu.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 17/3/2021 Bahan bacaan: POS Penyelenggara Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah, PPTK, BPSDM-PK, Kemdikbud, 2014

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *