Oleh: Moh. Anis Romzi

Kepemimpinan adalah sebuah proses. Itu sebuah perjalanan yang tidak sesaat. Salah satu Penanda sebuah kepemimpinan adalah waktu. Ia berjalan mengiring perjalanan sang pemimpin. Mereka berproses, belajar, mengalami dan melewati detik-detik. Sehingga pada tahap waktu tertentu terciptalah seorang pemimpin. Maka menyiapkan diri dengan bekal sebelum menjadi pemimpin adalah lebih baik.

Tidak serta merta seorang manusia terlahir sebagai pemimpin. Pada awalnya semuanya adalah manusia biasa. Ada seleksi setelahnya. Baik seleksi itu bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, pada saatnya akan muncul pemimpin-pemimpin dalam setiap komunitas. Dari seleksi itu ada lebih banyak yang terpinggirkan. Ini karena dalam kehidupan ada saatnya harus berkompetisi. Dan yang terpilih menjadi pemimpin sedikit dari sekian banyak.

Sifat dasar dari seorang pemimpin adalah takwa. Itu adalah salah satu sumber akhlak mulia. Banyak institusi pendidikan menyematkan ketakwaan pada visinya. Takwa adalah derajat sifat tertinggi di hadapan Tuhan. Nilai ketakwaan yang bersumber ketuhanan akan membawa dampak perilaku pada pemiliknya. Suku, agama, ras, maupun golongan apasaja  sejatinya memiliki nilai ketakwaan. Ketika ini inheren dalam diri, maka akan menjadi modal besar untuk seorang pemimpin.

Ketakwaan merupakan bekal terbaik menjadi pemimpin. Ketakwaan adalah sikap untuk berani melaksanakan kebaikan dan berani meninggalkan keburukan. Ini adalah dorongan transenden. Pemimpin yang memiliki ketakwaan menyandarkan proses kepemimpinannya sebagai kewajiban ibadah terhadap-Nya. Sang pemimpin dengan modal ketakwaan akan mempersembahkan yang terbaik.

Ketakwaan adalah kendali diri seorang pemimpin. Laksana sebuah mobil, ketakwaan adalah keseimbangan sempurna antara gas dan rem sekaligus. Pemimpin yang dapat mengoperasikan ketakwaan tahu persis kapan saat harus menancap gas, dan tepat dalam mengerem perjalanan sebuah institusi.

Hal yang dekat dengan ketakwaan adalah keadilan. Ini adalah turunan dari sifat takwa seorang pemimpin. Jika ditanya hampir semua manusia mengharapkan keadilan pada pemimpinnya. Secara umum keadilan dimaknai sebagai sama. Pemimpin adil tepat menempatkan hal pada tempatnya. Inilah yang secara praktik sulit untuk dilakukan. Namun bukan tidak mungkin, karena pedoman kehidupan keadilan dekat pada ketakwaan.

Dalam POS Implementasi pelaksanaan kurikulum 2013 dinyatakan bahwa hal-hal yang menyebabkan produktivitas seseorang ada 3: 1. Beban kerja yang berlebihan, 2. Keadilan, 3. Gaji atau bentuk pengetahuan yang lain. Ini adalah pekerjaan kepala sekolah untuk menyelesaikan. Bahwa pendidik, staf, dan peserta didik yang produktif adalah kepuasan seorang pemimpin pembelajaran. Maka dari itu pemimpin dengan sifat dasar ketakwaan mampu membaca hal-hal yang demikian. Pemimpin takwa akan selalu mencari solusi atas segala permasalahan. Ia yakin ada Pembimbing untuk menyelesaikan aneka permasalahan. Pemimpin takwa akan selalu diberikan jalan keluar oleh-Nya.

Senantiasalah meningkatkan ketakwaan. Ia seperti organisme yang menghidupkan diri. Ketakwaan adalah modal paling berharga bagi seorang calon pemimpin. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 15/3/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *