Kepemimpinan (33) Gaya Kepemimpinan (Beberapa)
Oleh: Moh. Anis Romzi
Gaya kepemimpinan erat disandarkan pada seorang tokoh. Namun menyandarkan pada diri seseorang boleh jadi tidak obyektif. Ketika mengenal gaya kepemimpinan setidaknya pemimpin dapat menempatkan diri, di mana ia berada. Berikut beberapa gaya ataupun tipe-tipe kepemimpinan. Tidak semua teori kepemimpinan ini dilaksanakan secara terpisah. Pemimpin kekinian mengkombinasikan dua, atau beberapa untuk mencapai tujuan institusi.
Pada dasarnya setiap pemimpin memiliki sifat dan gayanya sendiri-sendiri. Dari beberapa praktik kepemimpinan yang telah berlangsung melahirkan teori-teori gaya kepemimpinan. Sifat, tempramen, watak dan kepribadian yang unik, dan khas. Hidup seorang pemimpin pasti mewarnai perilaku kepemimpinannya. Maka muncullah penanda gaya dalam kepemimpinan yang dapat dijadikan bahan belajar pemimpin kini. Berikut beberapa di antaranya;
Kepemimpinan otoriter. Ada yang menyebutnya dengan otokratik. Tipe kepemimpinan ini mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan yang selalu harus dipatuhi. Pemimpinnya berperan sebagai ‘pemain tunggal’. Tipe pemimpin seperti ini sangat populer dengan kekuasaannya.
Gaya kepemimpinan demokratis. Pemimpin yang menjalankan gaya ini memberikan bimbingan efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi dari semua bawahan dengan penekanan rasa tanggung jawab internal dan kerja sama yang baik. Kepemimpinan demokratis menghargai setiap potensi individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Pemimpin gaya ini juga bersedia mengakui spesialisasi pada bidangnya masing-masing. Pemimpin demokratis mampu memberdayakan setiap anggota seefektif mungkin pada saat kondisi yang tepat.
Tipe kharismatik. Pemimpin seperti ini mempunyai daya tarik dan wibawa yang luar biasa. Ia biasanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Banyak pengikutnya beranggapan bahwa pemimpin ini diberi keberkahan dan kekuatan ghaib yang diperoleh dari Tuhan Yang Maha Esa.
Tipe paternalistis. Ini adalah pemimpin yang bersifat laksana seorang bapak. Biasanya ia mempunyai sifat-sifat yang menganggap bawahannya sebagai manusia yang belum dewasa. Ia bersikap selalu melindungi, bahkan dalam hal yang lain bersikap maha tahu dan maha benar dalam institusi.
Tipe militeris. Pemimpin yang menganut gaya ini memiliki sifat-sifat antara lain: lebih banyak menggunakan sistem perintah terhadap bawahannya. Ia juga menuntut adanya disiplin keras dan kaku dari bawahannya. Pemimpin milteris menerapkan komunikasi satu arah saja.
Tipe Laisser Faire. Pada jenis kepemimpinan ini sang pemimpin praktis tidak memimpin. Sebab dia memberikan kelompoknya berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya. Ia hanya menjadi simbol, dan biasanya tidak memiliki keterampilan teknis. Sebab duduknya sebagai pemimpin biasanya diperoleh melalui penyogokan, suap, atau berkat sistem nepotisme.
Beberapa gaya kepemimpinan di atas bukanlah baku. Itu adalah hasil amatan dari beberapa pengalaman kepemimpinan. Jika Anda sebagai pemimpin sekarang, buatlah sejarah kepemimpinan Anda sendiri.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 12/3/2021
Bahan bacaan: Kumpulan Materi Pelatihan Leadership, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Komisariat Sunan Ampel, Kediri, 2004.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *