Oleh: Moh. Anis Romzi

Bagi seorang pemimpin memahami watak personal anggota tim itu penting. Bahwa dalam watak individu dalam tim latar yang mendahuluinya. Dalam teori pendidikan watak dari tiga hal;1. Native, gen, atau keturunan. 2. Empirik, pengalaman, lingkungan. 3. Konvergensi, gabungan antara keduanya. Mengenal watak anggota tim memudahkan pemimpin untuk mengelola anggota berdasarkan tujuan institusi.

Hoerr (2007) “ orang bertindak sesuai dengan persepsinya; karena itu berbagi persepsi sangat penting. Sebaliknya, kita sangat mudah mengasumsikan setiap orang berpikiran sama—sampai segalanya melenceng dan komunikasi terhenti. Begitu orang berhenti berkomunikasi, ketidakpercayaan muncul dan orang mulai saling berprasangka buruk. Risiko terkecilnya, terjadi ketidakefisienan. Risiko terburuknya, komunikasi berhenti total dan hubungan rusak. Orang yang tidak mempunyai pandangan sama dianggap sebagai musuh.”

Secara berkala penting bagi seorang pemimpin untuk menanyakan pendapat dan persepsi anggota tim. SMPN 4 Katingan Kuala setiap akhir pekan mengadakan EVIMM. Saya meminta mereka memberi masukan tentang bagaimana saya melakukan tugas. Kembali bahwa penting bagi pemimpin mengetahui persepsi tentang sekolah dan kinerja.

Kerja tim dalam banyak fakta menyatakan lebih produktif daripada perseorangan. Ini dalam skala makro sebuah institusi. Pemimpin dalam tim mengarahkan, mengendalikan, dan mengorganisir berbagai latar belakang pengetahuan, pengalaman yang dibentuk karena latar belakang yang berbeda. Ini adalah niscaya. Sekaligus bahwa aneka watak dengan pengorganisasian yang tepat akan mengarahkan pada tujuan institusi lebih cepat.

Sama seperti peserta didik, kelompok pendidik juga memiliki beraneka ragam kecerdasan. Kepala sekolah hendaknya dapat mengidentifikasi ini. Ini akan berdampak pada kinerja tim apabila penempatan personal pendidik tidak menghargai kecerdasan majemuk pendidik. Perbedaan pengalaman anggota tim akan mengayakan institusi untuk dapat berinovasi.

Dalam pengambilan keputusan, bagi seorang pemimpin mendengar dengan sudut pandang berbeda dari anggota tim. Keputusan terbaik adalah keputusan ‘kita’. Ini berangkat dari konsensus bersama dalam tim. Ketika dinyatakan bersama sebuah keputusan seyogianya itu adalah bagian tanggung jawab bersama. Konsensus menafikan ego watak dalam tim. Keputusan kita dalam tim buah sinergi komunikasi yang saling menguatkan.

Saat berkomunikasi dengan anggota tim, pemimpin perlu memperhatikan watak anggota. Seseorang yang memiliki kecerdasan verbal cenderung dominan. Hal ini apabila diabaikan akan menindih ragam kecerdasan lain dalam tim. Pemimpin bijaksana mampu melihat ke dalam, bahwa kecerdasan verbal bukanlah satu-satunya. Pemimpin kekinian mesti mampu memahami ini. Ada keadilan yang harus dijamin saat berkomunikasi untuk perbaikan institusi bersama.

Bagaimanapun watak anggota tim itu adalah berkah bagi pemimpin. Andaikan pada saatnya ada masalah dalam tim, hanya akan ada dua jawaban untuk dipilih. Selesaikan atau hidup menikmati masalah itu. Ippho Santosa mengistilahkan dengan berdamai dengan masalah.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 11/3/2021. DIRGAHAYU KALIMAT INDONESIA KE-2. Hoerr, R. Thomas, Buku Kerja Multiple Intellegences, Kaifa, Bandung. 2007

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *