Oleh: Moh. Anis Romzi

Pemimpin berani memulai. Pemimpin adalah pembuka jalan. Dalam proses pertama ini memerlukan keberanian dan keyakinan. Latar belakang, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan akan menentukan. Segala aktivitas diarahkan untuk mencapai cita-cita tertinggi. Berjalan menuju ketinggian memerlukan bahan bakar, pemikiran, sekaligus pengambilan risiko. Pembuka jalan selalu membawa dua kemungkinan; terjerembab atau memberikan jalan baru.

Dalam hal waktu berangkat paling pagi. Ini adalah hal yang bersifat sangat teknis. Akan tetapi akan memberikan dampak signifikan pada organisasi. Adalah sebuah praktik baik di SMPN 4 Katingan Kuala, bahwa dengan mempersiapkan diri lebih pagi dari sekolah normal. Ini akan memberikan kesempatan belajar lebih. Memulai lebih awal adalah langkah untuk belajar pada kedisiplinan. 

Pemimpin membuat tantangan menjadi peluang. Lazim dalam setiap organisasi menghadapi permasalahan. Dengan kata yang lain ini dapat diubah menjadi tantangan agar bermakna positif. Ketika mampu menyelesaikan tantangan akan melahirkan sebuah kesuksesan. Dan itu melalui tahapan perjuangan. Ada analisa, perencanaan, penataan, tindakan, pemantauan, dan pengkajian hasil. Ketika tantangan diubah menjadi peluang akan membawa kemajuan pada organisasi.

Dalam kondisi apapun pemimpin menunjukkan ketabahan. Diakui atau tidak pemimpin adalah role model. Saat kondisi sulit, pemimpin wajib menampakkan optimisme. Setiap masalah pasti ada solusinya. Pemimpin profesional memiliki daya adaptasi terhadap perubahan. Semuanya mengalami perubahan. Itu adalah niscaya. Saat perubahan umumnya akan menghadapi ketidakpastian. Pemimpin wajib menunjukkan kesabaran dan ketabahan.

Pemimpin mengambil hasil terakhir dari sebuah kesuksesan tim. Keberhasilan adalah milik bersama. Saat berjuang pemimpin harus berada paling depan. Saat menikmati, mengambil hak paling belakang. Pemimpin itu ‘momong’ seluruh anggota organisasi. Ia pelayan untuk semua. Jika pemimpin itu adalah orang tua, atau kyai misalnya. Ada sebuah pesan menarik diri KH. Musthofa Bisyri, “ Kyai itu adalah mereka yang memandang umat dengan kasih sayang”. Andai diubah menjadi pemimpin, “pemimpin itu adalah mereka yang memandang anggota tim dengan cinta.”

Saat semua buntu, pemimpin membuka jalan. Pemimpin tidak boleh berhenti berpikir untuk kemajuan. Kesulitan pasti ada, pemimpin pantang menyerah. Berbagai cara dapat ditempuh. Dengan bertanya, membaca, ataupun berbagi informasi dan pengalaman. 

Pemimpin membangun loyalitas di atas keterbukaan informasi. Layaknya pengetahuan informasi adalah hak semua orang. Tidak elok pemimpin membatasi segala informasi yang masuk. Pada saatnya semua akan tercerahkan dengan informasi apabila dapat mengambil yang baik. Namun apabila informasi tidak terkelola dengan baik dapat menjadi bumerang.

Kejadian penting menjadi pengingat pemimpin. Waktu adalah momentum. Penemuan, kejadian, peristiwa penting perlu dicatat untuk menjadi bahan belajar.  Jalan waktu yang dilalui perlu ditandai agar generasi berikutnya dapat membaca.

Masa depan tidak pernah menunggu, tetapi diciptakan. Pemimpin membuka jalan untuk kesuksesan bersama. 

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 06/03/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *