Oleh: Moh. Anis Romzi

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan ada hal yang tidak tampak mata. Ia melatar belakangi setiap aktivitas yang dilakukannya. Beberapa ada yang menyebutnya dengan motivasi. Itu adalah dorongan dari dalam diri seseorang. Salah satu motivasi itu adalah spiritual. KBBI V mendefiniskan sebagai sumber motivasi dan emosi pencarian individu berkenaan dengan hubungan seseorang dengan Tuhan.

Spiritual berkenaan dengan kondisi jiwa. Ia menyusup masuk melebihi batas pengetahuan. Segala batas pengetahuan akal akan dinafikan. Kondisi spiritual dalam diri pemimpin akan menghadirkan ketenangan jiwa. Dari jiwa yang tenanglah keputusan terbaik dapat dihasilkan. Sebuah ungkapan untuk pemimpin. ‘Jangan mengambil keputusan saat sedang marah’. Jiwa yang tenang syarat penting menjadi pemimpin.

Spiritualitas melahirkan keyakinan dalam diri. Segala aktivitas seorang pemimpin akan dijadikan pengabdian pada ilahi. Tidak akan ada yang membuat takut dan khawatir. Itu karena ia merasa terbimbing dalam menjalani tugas. Andaikan berakhir buruk dalam pandangan manusia, ia akan mengabaikannya. Keyakinan yang kuat dalam memimpin sebuah institusi penting.

Landasan pijak dalam melaksanakan tugas dengan nilai transendental. Spiritualitas menjaga kebersihan pada tujuan. Ia akan melawan godaan-godaan penghambat pengabdian. Maka pemimpin yang memiliki spiritualitas tinggi akan memandang rendah dunia. Baginya kepemimpinan adalah tanggung jawab dan pengabdian kepada-Nya.

Seorang pemimpin akan merasa diawasi apabila menyandarkan tugasnya kepada nilai ketuhanan. Ia yakin bahwa tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya. Ia tetap akan bekerja baik didampingi atau ditinggalkan pengawas birokrasi. Ia tetap terus akan belajar, karena bagi pemimpin dengan sikap spiritual belajar adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Ada pengawasan diri sendiri yang akan menjaga. Asal landasan spiritual ketuhanan tidak hilang darinya.

Pemimpin dengan sikap spiritual akan terus berlatih. Ia akan mengupayakan yang terbaik. Ini karena hasil kerjanya dipersembahkan hanya untuk Yang Tertinggi. Ia diajarkan untuk selalu mengulang setiap kebaikan. Lain dari itu pemimpin yang memiliki landasan spiritual, apabila telah selesai satu pekerjaan ia akan segera menyiapkan pekerjaan yang lain. Landasan spiritual menjadikan seorang pemimpin produktif.

Sikap spiritual akan mengantar sang pemimpin tidak kebingungan menghadapi perubahan. Pemimpin yang mempunyai sikap spiritual akan selalu menemukan jalan keluar atas setiap masalah yang muncul ini karena Dia (Allah) telah janjikan. Siapa saja yang bertakwa kepada-Nya akan diberikan solusi atas segala masalah. Bukan hanya solusi, Dia juga akan memberikan kecukupan dari jalan yang tidak di luar persangkaan manusia. Ketakwaan adalah bagian dari sikap spiritual.

Buah dari sikap spiritual adalah ketaatan pada norma. Ini akan mendorong pemiliknya patuh. Dasar dari kepatuhan akan diarahkan untuk kinerja terbaik. Terkait dengan cara menyelesaikan tugas tetap memerlukan kreativitas dalam penyelesaiannya.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 5/03/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *