Oleh: Moh. Anis Romzi

Terbuka dalam dalam melaksanakan tugas dan fungsinya

Sambutan direktur P3GTK Dr. Santi Ambarrukmi, M.Ed. pada pengantar modul LMS Diklat Penguatan Kepala Sekolah. Kegiatan yang penulis ikuti pada tentang Oktober-November 2020. Kegiatan yang diperuntukkan kepala sekolah yang menjabat dan belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) calon kepala sekolah. Tentu hasil yang diharapkan adalah peningkatan kualitas pembelajaran pada satuan pendidikan yang dipimpin. Di mana students wellbeing menjadi tujuan utama dari sebuah satuan pendidikan.

Kepala sekolah diharapkan memiliki keterbukaan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Ada sebuah komitmen memberikan kesempatan yang sama pada semua. Keterbukaan akan sangat menguatkan organisasi dalam perjalanannya. Seluruh pendidikan dan staf administrasi memiliki peluang melahirkan gagasan untuk kemajuan. Bahkan para peserta didik. Kompetensi kepribadian yang terbuka dalam menjalankan tugas terangkum dalam beberapa hal:

Open mind, melihat sepenuhnya. Sehingga ada keterbukaan wawasan. Kepala sekolah seyogianya mampu membaca aneka permasalahan yang muncul pada satuan pendidikan yang dipimpinnya. Selanjutnya mampu mengelompokkan permasalahan menjadi skala prioritas untuk diselesaikan. Ini akan lebih sahih apabila data masalah yang diambil berdasarkan pembacaan bersama pendidik, staf administrasi, dan warga sekolah. Inilah praktik dari open mind. Melihat bersama dengan sepenuhnya dengan wawasan yang terus diasah.

Open hearth, mengerti sepenuhnya. Kepala sekolah harus membuka hati pada semua. Tidak anti kritik dari yang lain. Semua warga sekolah mesti dipandang sama. Mereka berhak, bahkan wajib berkontribusi pada kemajuan pendidikan. Kepala sekolah juga perlu memahami aneka karakter yang dimiliki warga satuan pendidikan. Kepala sekolah yang memahami kondisi dan konteks satuan pendidikan yang dipimpinnya adalah mutlak. Pada akhirnya dapat menemukan solusi terbaik terhadap masalah utama yang diangkat.

Open will, menerima sepenuhnya. Ada harapan perilaku produktif dari kepala sekolah. Bahwa semua yang ada di satuan pendidikan adalah potensi. Seperti sebuah ungkapan tidak ada peserta didik yang ‘bodoh’, hanya kepala sekolah dan pendidik yang belum mengenal potensi yang dimiliki. Kepala sekolah menerima sepenuhnya keberadaan segala yang dianggap ‘kekurangan’ sebagai kelebihan. Keterbukaan kepala sekolah dalam menjalankan tugas adalah keharusan.

Pelayanan pendidikan pada masa mendatang diharapkan lebih baik, murah, dan cepat. Ini memerlukan produktivitas serta keterbukaan yang berkelanjutan. Hal yang demikian memerlukan standar profesional. Profesionalitas hanya dapat diperoleh dengan latihan yang terus berulang. Pelatihan yang diiringi perbaikan pada setiap kekurangan sebelumnya. Dari kepala sekolah, pendidik, dan staf administrasi dengan standar integritas profesional yang mampu mewujudkan harapan layanan pendidikan masa depan. Mereka yang open mind, heart, and will can do then.

Kompetensi kepribadian terbuka dari kepala sekolah akan banyak melahirkan gagasan baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 3/3/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *