Oleh: Moh. Anis Romzi

Memiliki keingintahuan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai Kepala Sekolah

Permendiknas no 13 tahun 2007 menyaratkan seorang kepala sekolah memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi. Keduanya adalah perangkat lunak personal. Mereka sangat unik karena bisa menyusut dan berkembang dengan sentuhan dari luar dan dalam diri. Standar dan kompetensi dapat dipersiapkan bagi yang belum menjabat. Pengembangan dan penguatan bagi yang sedang bertugas sebagai kepala sekolah.

Salah satu kompetensi kepribadian seorang kepala sekolah adalah memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap pengembangan diri sebagai kepala sekolah. Ini mutlak berasal dari dalam diri sang kepala sekolah. Seberapa besar rasa ingin tahu ini dipicu dari luar, tidak akan cukup membawa dampak positif. Apabila ia tidak timbul dari dalam.

Kepala sekolah tidak boleh berhenti belajar. Bukti dari kepemilikan keingintahuan yang kuat adalah kinerja. Sang kepala sekolah akan senantiasa mencari solusi segala dengan berbagai cara. Ia bersedia belajar untuk mengejar ketertinggalan. Kepada siapa saja boleh untuk mencari pengetahuan. Semua adalah guru, semua adalah pembelajar, semua tempat adalah ruang kelas.

Perkembangan dunia pendidikan yang cepat menuntut seorang kepala sekolah cepat beradaptasi. Kecepatan beradaptasi akan membawa institusi siap berkolaborasi, bahkan berkompetisi dengan yang lain. Adaptasi tidak sesederhana dalam ucapan. Itu memerlukan pembelajaran, keberanian, dan pengambilan risiko. Belum banyak yang mampu, ini berakibat institusinya hanya sekadar ‘hidup’ saja.

Sekolah yang sedang memasuki fase perkembangan memerlukan sentuhan kepemimpinan. Ini harus menjadi tanggung jawab seorang kepala sekolah. Inilah pentingnya kepemimpinan. Hasrat belajar yang tinggi sang pemimpin akan membawa dampak pada institusi. Walaupun tidak secara instan.

Kebijakan dan teori pendidikan yang terus berubah harus disikapi dengan bijaksana. Ragam perkembangan, teori, dan informasi tidak semua sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. Kepala sekolah dan para pendidiknya, merekalah yang paling mengetahui kebutuhan belajar peserta didik.

Kondisi satuan pendidikan yang berbeda-beda merupakan peluang sekaligus keunikan. Kepala sekolah yang memiliki keingintahuan yang besar dapat segera menangkap peluang tersebut. Ini dapat menjadi brand sekolah. Apabila terkelola dengan baik bukan tidak mungkin akan menjadi keunggulan. Kepala sekolah yang mempunyai keingintahuan yang kuat, dapat menciptakan peluang itu.

Seorang kepala sekolah perlu memiliki daya nalar yang kritis. Bahkan terkadang perlu imajiner. Saat semua sedang berdiri pada masa ketidakpastian. Kemandirian pemimpin membawa institusi akan menjadi penentu. Maju, diam, atau bahkan terbelakang.

Pemenuhan rasa ingin tahu kepala sekolah dapat diusahakan secara mandiri. Menunggu kebijakan untuk pengembangan diri adalah sikap pasif. Rasa ingin tahu yang besar sulit terpenuhi apabila hanya sekadar menunggu. Tugas menjadi kepala sekolah harus terus memperbarui pengetahuan, keterampilan dan sikap. Berhenti belajar hanya menjadi pemilik masa lalu bagi kepala sekolah.

Teknologi masa kini dapat membantu kepala sekolah mengembangkan diri secara masif. Namun teknologi tanpa diiringi karakter dapat menjadi bumerang. Kepala sekolah berkepribadian haus akan pengetahuan dapat terbantu dengan teknologi. Perkuat karakter dan penguasaan teknologi beriringan. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 2/03/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *