Oleh: Moh. Anis Romzi

Setiap peserta didik memiliki kecerdasan yang beragam. Pendidikan kini berorientasi pada keragaman potensi kecerdasan. Atas dasar inilah pemimpin satuan pendidikan, dalam hal ini kepala sekolah harus terus berupaya mencari terobosan untuk memaksimalkan potensi peserta didik. Aneka kecerdasan perlu dihargai agar mereka menjadi manusia berdaya untuk Indonesia 2045.

Penyeragaman pembelajaran bukanlah sebuah jawaban. Semua potensi kecerdasan perlu didukung dan dikembangkan. Tidak semua peserta didik mempunyai kecerdasan berbahasa.  Kurikulum yang masih belum mengedepankan keragaman kecerdasan harus diadaptasi. Inilah yang harus dilakukan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.

Kepala sekolah perlu membuka jalur-jalur baru proses pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar adalah ruh dalam pembelajaran. Dalam rangka menunjang efektivitas pengambilan keputusan kepala sekolah sebagai pemimpin hendaknya menghimpun data dengan menggunakan strategi berikut:

  1. Menjadi pendengar, tidak hanya peserta didik yang memiliki aneka kecerdasan. Para pendidik pun memiliki potensi yang sama. Kepala sekolah sebagai pemimpin hendaknya menjadi pendengar yang baik. Tidak elok apabila seorang pemimpin mengambil keputusan tanpa mendengarkan keinginan para pendidik. Mereka adalah ujung tombak keberhasilan pembelajaran.
  2. Berbagi pengalaman, tidak semua orang dalam lingkungan satuan pendidikan memiliki pengalaman yang sama. Ada ruang dan waktu yang berbeda pada setiap individu pendidik. Duduk bersama dan berbagi pengalaman memberikan peluang untuk sebuah inovasi. Syaratnya adalah Egaliter dalam sebuah diskusi untuk kemajuan. Tidak ada yang paling benar. Namun komitmen untuk mengutamakan keberhasilan peserta didik harus diutamakan.
  3. Menggunakan contoh, kepala sekolah dapat mengambil, mengadaptasi, atau bahkan meniru dari berbagai sumber belajar. Ini bukan tanpa risiko. Lazim banyak orang menyukai pada kemapanan. Sesuatu yang berulang terus menerus terkadang membosankan. Dengan mengambil contoh pada yang lain diharapkan akan memunculkan inovasi. Pada akhirnya setiap proses pembelajaran harus terus diperbaiki secara kontinyu. Penggunaan contoh dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan bagi seorang pemimpin.
  4. Memberikan peluang untuk memilih, ada banyak teori pendidikan. Pun latar belakang pengetahuan dan pengalaman berbeda pada setiap individu pendidik. Seorang pemimpin yang baik dan berani memberi kesempatan pendidik untuk memilih teori yang paling sesuai. Ini karena para pendidik bisa saja lebih mengetahui kebutuhan belajar peserta didik. Namun pemantauan tidak boleh ditinggalkan. Visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan adalah alat kontrol inovasi pembelajaran.
  5. Menyikapi dengan Arif kebijakan terdahulu, setiap kebijakan pasti menuai pro-kontra. Pemimpin yang bijaksana tidak menyalahkan kebijakan pendahulu. Ia senantiasa berusaha menutup kekurangan tanpa mencari dan membesarkan kesalahan pendahulu.
  6. Mendorong pendidik berani mengambil risiko. Ini mutlak. Keberanian mengambil risiko akan melahirkan tanggung jawab bagi pendidik. Pemimpin perlu mendorong pendidik untuk berani mengambil tanggungjawab.
  7. Menyediakan sumber belajar untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan; saat ini aneka sumber belajar pengembangan kompetensi pendidik begitu mudah didapatkan. Pemimpin memberi kesempatan yang sama kepada pendidik untuk tetap belajar. Karena hanya dengan belajar organisasi akan memberikan perbedaan pada jangka waktu yang lebih lama.

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran wajib membuka ruang-ruang baru kreativitas pendidik. Ini semua diperuntukkan peserta didik agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. Pemimpin Jangan berhenti berinovasi.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng, 27/02/2021 Bahan bacaan: POS Penyelenggara Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah, 2014. Kemdikbud.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *