Oleh: Moh. Anis Romzi

Kepemimpinan Kepala Sekolah adalah kunci Keberhasilan Satuan pendidikan. Ia mengarah, memotivasi, mempengaruhi dan memberdayakan orang-orang yang ada dalam pusaran satuan pendidikan. Boleh saja, namun dampak kepemimpinannya membawa dampak besar pada perkembangan satuan pendidikan. Ia laksana roda gila yang senantiasa berputar mendorong yang lain bergerak.

Berani mengambil risiko. Akan ada kesalahan-kesalahan baru. Ini adalah salah satu karakteristik pemimpin kekinian. Di tengah ketidakpastian kepala sekolah wajib berani mengambil pilihan. Bukan tidak mungkin akan terjadi kesalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini akan menentang ketidakpastian itu sendiri. Dua risiko yang lahir yaitu salah, sekaligus akan menjadi inovasi pada nantinya. Keberanian inilah yang seharusnya menjadi watak pemimpin pembelajaran yakni kepala sekolah.

Kepala Sekolah mengukur dan menilai sesuai tujuan. Hoerr (2007) guru perlu mengetahui bahwa fokus pekerjaannya adalah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan kesempatan bagi siswa untuk dapat seluruh kecerdasan di kelas. Bagaimana pemahaman tersebut dikomunikasikan-apakah muncul dari tujuan profesional, seperti yang diuraikan di atas, atau hanya didiskusikan di rapat staf atau diupayakan dalam observasi-kurang penting dibandingkan dengan memastikan bahwa guru mengetahui apa yang dianggap bernilai oleh sekolah dan berdasarkan apa mereka akan dievaluasi.

Pemimpin pembelajaran menjadikan persepsi menjadi nyata. Kepala sekolah memungkinkan hal-hal yang tidak mungkin dalam pembelajaran. Ragam metode, strategi, bahkan teori dalam pembelajaran perlu dicoba. Keberanian untuk banyak mencoba, kepala sekolah wajib mendorong dan memberikan ruang kesempatan.

Keputusan kolektif adalah yang terbaik dalam sebuah tim. Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas semua yang diambil. Lebih lanjut Hoerr (2007) semakin banyak bukti bahwa tim lebih produktif daripada perseorangan. Bahwa kerja sama adalah bagian terpenting untuk sukses. Sekarang ini, setiap manajer yang efisien dan cakap berkeyakinan bahwa pegawai harus diberdayakan. Ini karena mereka tahu bahwa pembuatan keputusan paling baik dilakukan bersama, dan memahami bahwa lingkungan kerja produktif terbentuk apabila gagasan diperoleh dari semua tingkatan. Prinsip ini juga berlaku di sekolah. 

Dukungan terhadap guru adalah mutlak. Mereka ujung tombak pendidikan Indonesia. Sallis (2010) mengistilahahkannya dengan pelanggan internal utama. Para guru harus didengar suaranya sebelum bergerak kepada pelanggan selanjutnya. Kepala sekolah dan guru tidak berjarak. Maka menjadi tugas kepala sekolah untuk memastikan guru mendapatkan haknya, berani berinovasi dan mengambil tanggung jawab.

Diskusi dan penyamaan persepsi adalah sebuah langkah positif. Mimpi bersama jauh lebih menarik dari pada berkhayal dalam kesendirian. Kepala seyogianya mampu menerjemahkan ide dalam bahasa bersama yang mudah dimengerti. Inilah cara mewujudkan persepsi menjadi visi bersama.

Kepala sekolah perlu mendengar, meminta, atau bahkan duduk bertukar posisi. Ini akan melahirkan sudut pandang yang berbeda. Kepala sekolah wajib memiliki empati kepada siapa saja, khususnya para guru. Semua warga sekolah penting eksistensinya dihargai. Pada masanya semua akan berganti. Dengan mendengar kepala sekolah dapat merasa apa yang diminta pelanggan internal utama, yakni para guru.

Guru merdeka untuk mewujudkan mimpi dalam institusi. Mimpi guru yang tercapai dalam sebuah proses kepemimpinan adalah kebahagiaan bagi Kepala sekolah. Sama seperti siswa para guru pun memiliki kecerdasan yang beraneka ragam. Kepala sekolah wajib mendukung segala potensi yang dimiliki oleh para guru. Dukungan dari kepala sekolah akan sangat menguatkan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 9/2/2021 Bahan Bacaan: Hoerr, R. Thomas, Buku Kerja Multiple Intellegences, 2007, Kaifa, Bandung.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *