Oleh: Moh. Anis Romzi

Sesungguhnya dalam penciptaan siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi yang mau berpikir (Qs. Ali-Imran)

Pemimpin tidak akan pernah berhenti berpikir untuk kemajuan institusinya. Ini mutlak karena ide ataupun gagasan kemajuan harus senantiasa mengalir. Sebuah institusi akan mengalami beberapa fase. Dalam setiap akan ada proses yang dilalui. Mulai dari kelahiran, pertumbuhan dan perkembangan, masa kedewasaan, kejatuhan apabila tidak ada inovasi yang digagas dan diwujudkan oleh seorang pemimpin.

Ada banyak bahan belajar di sekitar pemimpin untuk menjadi bahan belajar. Dari hal-hal di sekitar dapat dijadikan landasan untuk berpikir bagi pemimpin. Akan sangat mungkin solusi yang lahir akan berbeda di lain waktu dan tempat. Ini karena setiap hal memiliki ruang waktu yang berbeda. Jangan takut dan malu untuk berbeda. Karena berbeda belum tentu memalukan.

Permasalahan harian, mingguan, bulanan adalah bahan belajar yang menunggu untuk diselesaikan. Dalam teori pembelajaran ini akan menjadi praktik baik pendekatan berbasis masalah. Semakin baik dan dewasa seorang pemimpin menyelesaikan permasalahan akan meningkatkan kecerdasan sang pemimpin. Pun dapat melahirkan teori-teori baru dalam pembelajaran maupun kepemimpinan.

Belajar pada institusi lain dapat ditempuh untuk kemajuan institusi. Ini akan menjadi cara termudah untuk mengembangkan institusi. Mudah, namun apabila tidak dilakukan akan terasa sulit. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah dengan model ATM (Adaptasi, Tiru, dan Modifikasi). Bagi sebuah institusi baru. Ini dengan membawa sistem yang telah dikembangkan di institusi model untuk diterapkan institusi baru.

Bahan bacaan relevan dengan aktivitas kepemimpinan dan organisasi tersebar luas di jagat informasi. Saat ini hampir seluruh institusi berbenah untuk dapat bertahan dan tetap memberikan pengaruh pada lingkungannya. Bahkan dapat mencakup lebih jauh dengan dukungan internet dan teknologi informasi.

Teknologi mempermudahuntuk pengembangan institusi. Namun ingat, teknologi merupakan alat. Ia bergantung pada user. Apabila salah guna dalam menggunakan teknologi dapat menjadi bumerang. Sebelum ke teknologi penting untuk merawat manusianya dalam institusi. Teknologi kemudian. Ambil sesuai kebutuhan institusi untuk lebih berdaya, sekaligus kesesuaian dengan cita-cita institusi.

Keluhan, kritik, dan saran dari pengguna layanan juga dapat menjadi bahan inovasi. Ini adalah suara terdekat yang patut didengarkan. Pemimpin harus tanggap pada keluhan. Apabila pemimpin mampu memanfaatkan ini sebagai peluang, itu akan dapat menjadi inovasi yang memuaskan pelanggan.

Apa saja dapat menjadi bahan belajar dan inovasi bagi institusi. Dengan catatan pemimpin mau berpikir untuk kemajuan. Siapa saja yang menganggap kepemimpinan adalah amanah yang harus ditunaikan. Apabila sebuah institusi telah menjadikan inovasi sebagai tradisi, bukan tidak mungkin dambaan Indonesia Maju dapat terwujud lebih cepat.

Menjadi pemimpin masih enggan berpikir untuk kemajuan, Anda akan ditinggal. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 26/2/21

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *