Oleh: Moh. Anis Romzi

Banyak orang berpikir bahwa orang besar selalu melakukan hal yang besar. Tidak selalu demikian adanya. Mereka memulai dari yang sederhana. Namun berani dan konsisten. Mereka menempuh jalan baru. Terkadang penuh risiko, namun mereka berani berbeda. Inilah yang mampu menjadikan sebuah institusi yang dipimpinnya besar. Mereka rela tidur, makan, bahkan istirahat lebih sedikit. Tidak ada beda antara istirahat ataupun bekerja. Mulai dari yang sederhana cara menjadi istimewa.

Orang yang mengatakan kemenangan itu tidak penting sejatinya belum pernah meraih kemenangan (Mia Hamm). Ini dari postingan status dari kawan komunitas KALIMAT, Triznie Kurniawan nama pena-nya. Jika kemenangan, kesuksesan adalah sebuah kebaikan maka harus diusahakan. Hanya orang yang pernah menang yang telah merasakan kerasnya usaha, kolaborasi dan kompetisi. Jika ingin menang maka usahakan dengan keras dan benar.

Siapa ingin merubah dunia, maka mulai dari diri adalah yang paling bijaksana. Sesuatu yang berasal dari dorongan dalam diri akan membawa sebuah kehidupan baru. Barangsiapa mampu mengenali diri sejatinya ia telah memenangkan sebuah kompetisi besar. Seorang pemimpin harus mengenali diri sendiri sebelum mengenal yang lain. Inilah awal dari sebuah kepemimpinan.

Jika Anda bekerja di sebuah tempat kecil, lakukanlah hal-hal kecil yang baik dan berulang. Ini adalah kunci. Kebaikan harus diulang-ulang secara konsisten. Ia akan menutup segala keburukan sebagai rivalnya. Jikapun dianggap remeh oleh yang lain tidaklah mengapa. Teruslah berbuat baik dan jangan berhenti. Besar atau kecil tempat bekerja adalah peluang untuk mengaktualisasikan diri. Bukan berasal dari tempat melainkan diri.

Setiap upaya baik pasti berbalas baik. Walaupun tidak secara tunai. Ini memerlukan kesabaran yang tidak berbatas. Pemimpin yang baik mampu mengispirasi anggota institusinya untuk saling berkolaborasi dalam kebaikan. Jika itu sebuah kerja tim, sebuah kesuksesan adalah milik bersama. Begitupun sebaliknya dengan kegagalan. Ini akan menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Berhenti berbuat baik, keburukan akan menggantikannya.

Segala sesuatu yang besar pasti dimulai dari hal-hal kecil. Pemimpin memungut, mengumpulkan menjadi sebuah bangunan kebaikan untuk institusinya. Bukan tanpa hambatan. Setiap institusi pasti menghadapi masalahnya sendiri-sendiri. Kecerdasan seorang pemimpin akan menentukan aneka cara penyelesaian. Hal-hal baik dalam institusi harus dipertahankan. Ini akan menghadirkan seleksi alam dalam organisasi. Itu alami, jalani saja.

Tempat kecil tidak mengapa. Bahkan jauh dari penglihatan banyak orang. Kebaikan-kebaikan kecil yang ditanam akan menjadi bahan bakar nyala institusi. Pengakuan dari luar bukan tujuan. Namun, itu dapat menguatkan. Jika ia dijadikan alat ukur, maka yang terjadi hanyalah sebuah pencitraan. Dan ini tidak akan berlangsung lama. Kebaikan yang berterusan adalah inovasi. Tempat kecil, dan terpencil bukan halangan untuk menyala. Hanya memerlukan sedikit usaha lebih keras dan cerdas untuk mewujudkannya. Dan yang tidak boleh tertinggal adalah tuntas dilandasi dengan ikhlas. Teruslah berbuat baik wahai pemimpin, walaupun itu kecil. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 25/2/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *