Oleh: Moh. Anis Romzi

Kepala sekolah dan prestasi sekolah sangat erat. Kemampuan dalam memimpin dan mengarahkan pada cita-cita dan tujuan. Prestasi adalah ikutan. Itu bagaikan bonus atas pencapaian dari sebuah proses kepemimpinan. Jangan dibilang prestasi tidak penting bagi sekolah. Ia adalah gambaran sebuah pencapaian. Prestasi sekolah bukanlah pemberhentian. Ada sentuhan tangan dingin kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.

Tindakan kepala sekolah dalam memimpin pembelajaran untuk mengembangkan lingkungan kerja yang produktif. Ini dapat ditempuh dengan berbagai cara. Salah satu cara mengembangkan lingkungan kerja yang produktif adalah dengan komunikasi dan belajar bersama. Kepala sekolah perlu menerapkan komunikasi terbuka kepada pelanggan internal utama para pendidik dan staf administrasi. Sebelum pada akhirnya dibawa kepada peserta didik dan orangtua sebagai penerima layanan jasa pendidikan.

Tugas penting kepala sekolah yang lain adalah menyelaraskan hubungan kerja antar personal  seluruh pemangku kepentingan. Inilah seni dari memimpin. Kepala sekolah dalam satuan pendidikan menyatukan aneka kepentingan dari berbagai stake holders. Terkadang memerlukan kompromi terkadang tidak. Untuk menyelaraskan hubungan adalah nilai yang menjadi konsensus. Nilai dalam konsensus harus benar-benar dirasakan dan dipatuhi bersama. Kepala sekolah mengkristalkan aneka nilai menjadi milik bersama dalam satuan pendidikan.

Efektivitas pembelajaran timbul dari personal kinerja satuan pendidikan yang harmonis. KBBI V mendefinisikan efektivitas sebagai dapat membawa hasil guna. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran mampu membaca aneka sumber daya yang ada di satuan pendidikan. Ini merupakan praktik dari kompetensi kewirausahaan. Di mana semua sumber daya pada satuan pendidikan diarahkan untuk kemerdekaan belajar peserta didik. Dari sinilah awal efektivitas pembelajaran dimulai. Kemampuan dalam meracik aneka kemampuan melahirkan harmonisasi dalam bekerja.

Sekolah sebagai lingkungan pendidikan merupakan pembelajaran bersama. Semua tidak boleh berhenti belajar dan merasa puas atas pencapaian tertentu. Kepala sekolah memimpin komunitas pembelajar profesional. Inilah yang akan menjadi bangunan kokoh prinsip satuan pendidikan. Satuan pendidikan yang terus belajar akan menjadikan inovasi sebagai budaya.

Efektivitas diukur dari capaian pembelajaran dan rasa merdeka peserta didik dalam menempuh pendidikan. Alat ukur paling sederhana adalah kepuasan pengguna jasa layanan. Mereka adalah pelanggan terdekat. Maka penting bagi kepala sekolah untuk dekat dengan pelanggan. Kepala sekolah perlu mendengar dan merespon dengan cepat keluhan orangtua misalnya terkait pembelajaran. Sallis menyebutnya dengan istilah ‘dekat dengan pelanggan’.

Tidak ada tim yang salah. Pemimpin bertanggung jawab atas pelaksanaan efektivitas pembelajaran. Kepala sekolah dengan modal 3 kompetensi utama; manajerial, supervisi, dan kewirausahaan harus terus belajar beradaptasi pada perubahan. Panduan yang jelas bagi tim akan memudahkan. Ini akan menghindari kecacatan produk.

Kepala sekolah mempunyai kontribusi signifikan pada ketercapaian hasil belajar. Kepemimpinan bukanlah satu hal yang blessed. Ia dapat dipelajari oleh siapa saja. Prestasi dan pencapaian satuan pendidikan tidak akan pernah terlepas dari sentuhan kepemimpinan kepala sekolah. Anda kepala sekolah? Prestasi sekolah Anda menggambarkan hasil kepemimpinan yang telah dilakukan. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 24/2/21

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *