Oleh: Moh. Anis Romzi

Kerja tim dalam sebuah organisasi merupakan komponen penting dari implementasi TQM, mengingat kerja tim akan meningkatkan kepercayaan diri, komunikasi, dan mengembangkan kemandirian. (John S Oakland, Total Quality Management, 1989)

Tim adalah ujung tombak penentu keberhasilan institusi. Mereka adalah pejuang garda terdepan pada target. Sebuah organisasi akan memperoleh manfaat dengan memiliki tim-tim yang efektif di semua tingkatan. (Sallis:2010) kerja tim adalah sebuah fakta yang sudah terbukti berhasil. Ini akan sangat memungkinkan sebuah organisasi memiliki pondasi yang kuat.

Pemimpin dapat meramu tim berdasarkan cita-cita dan tujuan institusi. Ini adalah kompas bagi sebuah institusi. Di dalamnya meliputi visi, misi, tujuan, strategi, program kerja, sasaran dan target. Pemahaman tim yang kuat akan mempercepat dorongan keberhasilan sebuah organisasi pada tujuannya. Pengalaman mungkin saja berpengaruh kepada keberhasilan. Akan tetapi semangat belajar dari sebuah tim yang sambil bekerja dan terus memperbaiki diri adalah sebuah jawaban lain dari pengalaman. Pemimpin mengorkestrasi pengalaman belajar dalam tim.

The right man on the place. Orang yang benar di tempat yang benar. Ini adalah sebuah prinsip. Ketepatan dalam memposisikan personel dalam tim adalah bagian lain dari kompetensi pemimpin. Sebuah tim akan berdaya positif apabila penempatan sumberdaya manusia pada posisi yang tepat. Dalam proses penyusunan sebuah tim bentukan sendiri, pemimpin memerlukan kemampuan analisa sumberdaya. Basis data pada portofolio dan prestasi kerja dapat dijadikan acuan.

Dalam sebuah tim akan ada aneka karakter. Selalu dalam anggota organisasi berasal dari berbagai latar belakang. Ini merupakan peluang sekaligus ancaman bagi organisasi. Jika dalam sebuah organisasi formal pemimpin dapat memilih anggota timnya akan lebih mempermudah. Namun faktanya di lapangan pemimpin tidak dapat memilih. Berkenaan dengan itu maka kompetensi membaca karakter personel satu-satunya pilihan utama yang dapat ditempuh. Apabila masih sulit jasa konsultan sumberdaya manusia dapat diambil. Aneka karakter dapat menjadi peluang sekaligus bumerang bagi organisasi.

Pemimpin mengarahkan tim dengan alat tujuan. Ia sejatinya hanya menjadi bilah kemudi kecil. Informasi manajemen harus senantiasa dibagikan ke dalam tim. Tujuan adalah pandu sebuah organisasi yang harus divisualkan oleh pemimpin.

Kerja tim sering kali hanya sebatas formalitas. Dalam satuan pendidikan hanya sebatas fungsi kurikulum dan manajemen. (Sallis,2010) Formalitas dalam tim adakalanya perlu dikikis. Pemimpin mendelegasikan wewenang penuh kepada tim untuk berdaya. Ini adalah salah satu kiat menguatkan tim. Kepercayaan yang diberikan pemimpin terhadap tim harus tuntas. Walaupun ada risiko kegagalan, tim akan berani mengambil tanggung jawab.

Kerangka arahan harus jelas kepada tim. Ingat hanya kerangka. Eksekusi pada ujung tombak bergantung kepada kemandirian tim. Bahwa tim-tim yang efektif merupakan kunci keberhasilan organisasi. Tim yang mandiri akan lebih eksplosif dan berkembang saat berani mengambil tanggung jawab. Mulai kenali, dan bentuk tim Anda sendiri. Percayai dan dorong untuk bergerak pada sasaran dengan target yang telah direncanakan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 23/2/2021 Bahan bacaan: Sallis, Edward, Total Quality Management in Education, 2010, Ircisod, Yogyakarta.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *