Oleh: Moh. Anis Romzi

Agus S. Saifullah (2020) Nabi Sulaiman merupakan putera Nabi Daud alaihima salam. Keturunan Ya’qub dari jalur Yahuda. Nabi Sulaiman berusia 66 tahun sejak dari tahun 989-923 SM.

Pada usia 13 tahun Nabi Sulaiman sudah mewarisi kerajaan ayahnya Nabi Daud Alaihi salam. Meskipun terbilang muda Nabi Sulaiman memiliki ilmu hikmah dan kecerdasan tinggi sehingga ia tidak salah menerima amanah kepemimpinan dari ayahnya. Nabi Sulaiman selain menjadi raja juga diutus kepada Bani Israil di Palestina agar mereka menyembah Allah semata serta mengikuti ajaran para Nabi dan Rasul terdahulu.

Nabi Sulaiman menegakkan hukum Taurat kepada Bani Israil. Nabi Sulaiman juga memecahkan persoalan politik dan ekonomi kerajaan dengan menggunakan metode diplomasi. Dengan cara tersebut Nabi Sulaiman mampu memperkuat hubungan dengan kerajaan Fenesia, kerajaan Mesir (Firaun), dan kerajaan-kerajaan lainnya.( Agus S. Saifullah, 2020:101)

Nabi Sulaiman adalah sosok pemimpin lengkap. Kisahnya dapat dijadikan teladan manusia modern. Sebagai Nabi sekaligus raja Nabi Sulaiman mampu menyelesaikan masalah di luar dari kerangka keumuman. Kecerdasan cara memimpin dapat menjadi teladan pemimpin kekinian.

Terlahir dari sosok raja Daud. Nabi Sulaiman memiliki karakter yang berbeda dengan sang ayah. Saifullah (2020) Daud adalah penerus kerajaan Thalut. Nabi Daud meninggal dengan cara yang tiba-tiba. Tanpa sakit dan tanda-tanda sebelumnya. Pada saat pemakaman ayahnya Nabi Sulaiman mengutus ribuan burung untuk menaungi pada pengantar jenazah ayahnya agar tidak kepanasan terik matahari. Dari peristiwa inilah Bani Israil dapat melihat mukjizat nabi Sulaiman.

Bijaksana dalam mengambil keputusan. Adalah sebuah kisah dua orang ibu yang saling berebut seorang bayi. Masing-masing mengaku sebagai ibunya yang sah. Pertentangan terus terjadi. Akhirnya Nabi Sulaiman mengambil keputusan dengan cara membelah bayi tersebut. Ibu yang pertama setuju, sedangkan ibu yang kedua menangis menolak. Dia merelakan sang bayi diserahkan pada ibu pertama. Asalkan sang bayi tetap hidup. Dari kejadian Nabi Sulaiman memutuskan bahwa ibu bayi yang sebenarnya adalah ibu kedua.

Anugerah berupa mukjizat dapat mengerti bahasa binatang, bala tentara dari golongan jin, binatang dan manusia. Nabi Sulaiman tidak pernah sombong. Bahkan ia menganggap anugerah berupa mukjizat itu sebagai ujian. Apakah dia bersyukur atau ingkar.

Peduli pada yang kecil. Sosok Nabi Sulaiman adalah manusia yang kaya raya. Namun tidak pernah meninggalkan perintah Allah. Bagi Nabi Sulaiman harta (emas) dianggap rendah. Kisah dalam QS. An-Naml ayat 18-19:”Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut,” wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa.” Ya, Tuhanku, anugerahkan ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau redai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Belajar dari Nabi Sulaiman dalam Kepemimpinan banyak yang dapat diteladani. Kecerdasan, kebijaksanaan, dan kepercayaan diri dalam memimpin. Nabi Sulaiman sosok pemimpin lengkap. Pemimpin kekinian dapat mengambil pelajaran dari kisah Sang Nabi.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 21/2/2021

Bahan Bacaan:

  1. Terjemah al-Quran, aplikasi Umma

Susilo, S. Agus, Bahtera Nabi Nuh, 2020, Rumah Literasi Publishing, Jakarta.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *