Oleh: Moh. Anis Romzi

Kepala sekolah bukanlah apa-apa tanpa guru dan staf administrasi. Satuan pendidikan, kepala sekolah, guru, dan staf administrasi adalah denyut nadi jalannya pendidikan.

Dalam sebuah proses kepemimpinan satuan pendidikan kepala sekolah wajib memperhatikan guru dan staf administrasi.Stanley Spanbauer, ketua Fox Valley Technical College (Sallis:2010) dalam pendekatan berbasis mutu, kepemimpinan sekolah bergantung pada pemberdayaan para guru dan staf lain yang terlibat dalam proses belajar-mengajar.

Arahan Spanbauer perihal kepemimpinan terkait pemberdayaan dalam pendidikan:

  1. Melibatkan para guru dan seluruh staf dalam aktivitas penyelesaian masalah, dengan menggunakan metode ilmiah dasar, prinsip-prinsip mutu statistik dan kontrol proses.
  2. Memilih untuk meminta pendapat mereka tentang berbagai hal dan tentang bagaimana cara mereka menjalankan proyek dan tidak sekadar menyampaikan bagaimana seharusnya mereka bersikap.
  3. Menyampaikan sebanyak mungkin informasi manajemen untuk membantu pengembangan dan peningkatan komitmen.
  4. Menanyakan pendapat staf tentang sistem dan prosedur mana saja yang menghalangi mereka dalam menyampaikan mutu kepada para pelanggan~ pelajar, orangtua dan partner kerja.
  5. Memahami bahwa keinginan untuk meningkatkan mutu para guru tidak sesuai dengan pendekatan manajemen atas ke bawah.
  6. Memindahkan tanggung jawab dan kontrol pengembangan tenang profesional langsung kepada guru dan pekerja teknis.
  7. Mengimplementasikan komunikasi yang sistematis dan kontinyu di antara setiap orang yang terlibat dalam sekolah.

Mendengarkan guru dan staf penting dilakukan pemimpin. Dalam hal ini kepala sekolah. Bahwa guru dan staf satuan pendidikan merupakan pelanggan internal utama. Suara mereka layak didengar untuk kemajuan bersama. Jika inisiasi kemajuan berasal dari para guru dan staf maka pemiminpin hanya tinggal menjadi bilah kemudi kecil.

Merawat manusia lebih sulit dari pada merawat mesin. Ini sangat normal. Karena manusia acap dibesarkan dengan subyektivitas. Terkadang manusia turun naik semangatnya. Namun, sulit bukan tidak mungkin. Karena rasa inilah yang menjadikan manusia unik.

Bukan program yang utama, tetapi orang yang ada di dalam institusi. Pemimpin hendaknya memperlakukan para guru dan staf administrasi sebagaimana ia ingin diperlakukan. Berkaca dari yang demikian seorang pemimpin akan memiliki empati.

Dalam kepemimpinan membersamai tim adalah niscaya. Pemimpin mengorganisir  manusia dalam tim. Dalam satuan pendidikan guru dan staf administrasi adalah kunci pertama. Interaksi positif layak dijaga demi kesejalanan tim.

Dalam diri manusia ada rasa. Ini kental dengan subyektivitas. Selalu ada dua hal dalam segala sesuatu positif dan negatif. Alat untuk mempersatukan rasa itu adalah nilai. Kepala sekolah, guru, dan staf administrasi perlu bersepakat atas sebuah nilai kebersamaan. Nilai inilah yang akan menjadi dasar tindakan satuan pendidikan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 20/2/2021 Bahan bacaan: Sallis, Edward, Total Quality Management in Education, Ircisod, 2010. Yogyakarta.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *