scenic view of mountains during dawn

Kebahagiaan Permanen

Oleh: Abah Abd. Samad

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dialah Pemilik semua pujian. Memuji makhluk pada hakikatnya memuji Sang Khalik.

Manusia siapa pun ia, pasti mengharapkan kebahagiaan abadi.

Kekayaan yang berlimpah, belum tentu membuat pemiliknya bahagia. Ia mungkin saja sejahtera secara lahir, tapi belum tentu bahagia dalam bathin.

Kebahagiaan ada di jiwa, Ia bersemayam dalam kalbu.

Untuk mencapai kebahagiaan permanen, seseorang membutuhkan ketenangan dalam hidup.

Bagaimana seseorang bisa bahagia, kalau ia grasa-grusu. Mustahil hidup tenang, kalau serakah. Orang yang selalu mengejar materi, pasti tidak tenteram. Hidupnya selalu merasa kurang. Tidak pernah puas sebelum harapannya tercapai.

Salah satu cara, agar hidup tenang adalah dengan mengingat Allah, Sang Pencipta. Perbanyak berzikir.

Zikir berarti mengingat Allah. Mengingat Dia Sang Pencipta kehidupan.

Menyadari bahwa segala sesuatu yang ada dalam hidup, tidak pernah lepas dari kehendak dan pemberian Allah.

Manusia boleh saja menghendaki sesuatu. Mengejar cita-cita dengan segala ikhtiar dan doa. Namun bila Allah belum menghendaki pasti semua harapannya belum terwujud.

Manusia membutuhkan Allah, dalam setiap langkah. Harus selalu merasa bersama-Nya, pada gerak nadi kehidupan.

Allah mengatakan, Dia duduk bersama orang yang menyebut dan mengingat-Nya. “Ana dzalisun man dzakaranii- Aku teman duduknya orang yang mengingat Aku”

Allah menjadi tangannya, ketika ia memegang sesuatu. Allah menjadi matanya tatkala ia melihat. Allah mengikuti setiap prasangka manusia.

Orang yang banyak mengingat Allah pasti beruntung. Ia selalu bersandar dan berlabuh, pada kekuasaan dan kehendak Allah.

Allah berjanji, mencukupi kebutuhan orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. “Wamayyatawakkal ‘alallah fa huwa hasbuh”

Karena itu agar seseorang tenang, mereka harus mengingat Allah. Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.

Bersyukur atas segala nikmat, merupakan salah satu cara efektif untuk mengingat Allah.

Manusia yang beriman harus sadar, bahwa apa pun karunia yang ada padanya, semuanya merupakan pemberian Allah. “Wama bikum minni’matim faminallah”.

Jadilah manusia syukur. “Waj’alni syakuro”. Bersyukur itu mengikat nikmat. Allah berjanji untuk selalu menambah nikmatnya, kepada mereka yang pandai bersyukur.

Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan. Bahwa yang menjadi pengantar kebahagiaan abadi, ada pada ketenangan hati.

Ketenangan bisa diperoleh secara permanen, kalau seseorang selalu mengingat Allah.

Salah satu cara mengingat Allah adalah senantiasa bersyukur. Berterimkasih atas segala pemberian-Nya.

Kalimat alhamdulillah harus menjadi darah daging dalam lisan dan bathin.

Alhamdulillah merupakan doa yang paling utama. Pengikat segala nikmat.

Demikian, hasbiyallah cukuplah Allah.

Samboja,04042021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *