Oleh:  Moh. Anis Romzi

Edisi masih mengisi liburan. JonSo berpikir keras mencari potensi diri. Pengamatan mereka hampir seluruh temannya larut dalam dunia permainan daring. Sementara mereka berdua belum cukup familiar. Tidak mengapa, terpenting bahwa mereka menyadari bahwa waktu berjalan. Alih-alih berbicara keberhasilan, menemukan harapan dan cita-cita mereka belum menentukan keputusan.

Hari ini mata mereka terbuka lebih lebar daripada sebelumnya. Ada pikiran bahwa anak kampung seperti mereka akan kesulitan untuk berhasil. Keterbatasan dan tertinggalnya informasi menjadi hantu kegagalan. Namun tidak dengan sekarang, dunia terasa sangat dekat dengan mereka. Peluang sekaligus tantangan telah siap menanti keduanya di depan.

“Setelah ada sinyal internet, dunia dekat ya, dik? Kita bisa melihat macam-macam.”

“Ya, Jon. Sekarang ini informasi teramat banyak. Jadi sulit membedakan mana yang benar mana yang palsu. Blek jadi satu. Malahan aku menjadi bingung ini. Apa yang harus kita perbuat dengan informasi yang sangat banyak ini.” Sodik khawatir dengan situasi yang sedang berlangsung.

“Kita ambil yang bermanfaat saja, dik. Maka jelas pesan Pak Ical, “ambilah yang baik dari segala sesuatu!” berarti informasi juga sama, kita harus mengambil yang baik.”

“Aku setuju, Jon. Persoalannya adalah ada yang abu-abu antara yang baik dengan yang buruk. Semua orang bebas membuat informasi. Isinya menjadi membingungkan.” Sodik masih tidak nyaman.

“Dibaca saja dulu. Kalau tidak mengerti ditanyakan atau dilewati saja. Apakah kamu masih ingat kalau kita diminta berhati-hati menggunakan informasi lewat internet?”

“Masih, Jon. Karena itulah kadang aku takut.”

JonSo memang generasi yang lahir pada era informasi digital. Walaupun agak belakang menikmatinya, keduanya sudah mulai harus waspada.

“Eh, iya dik. Kemarin aku melihat sebuah video bagus. Sepertinya sangat inspiratif.” Jono mengalihkan pembicaraan.

“Apanya yang menarik?” Sodik penasaran.

“Mau tahu, atau pingin tahu banget?” Jono meledek.

“Halah, kesuwen. (terj. Kelamaan) Cepat cerita, Jon!”

“Apakah kamu ingin berhasil di masa depan?”

“Cerita, cerita Jono, bukan pertanyaan.” Sodik mulai kesal.

Jono sebaliknya, ia senyum-senyum sendiri melihat tingkah Sodik. ”Berhasil” ia mengerjai Sodik.

“Begini, dik. Di video itu ada Deddy Corbuzier mewawancarai seorang pemuda. Sepertinya lulusan AKABRI. Si Deddy pembawa acara itu bertanya, apa arti kesuksesan bagi Anda?”

“Jawabannya apa, Jon?”

“Penasaran ya?”

“Awas ya, nanti kamu tidak aku traktir.” Kali ini Sodik membalas.

“He-he. Iya-iya. Kata pemuda itu, kesuksesan itu ketika ada kesempatan bertemu dengan kesiapan. Kesempatan bisa datang sewaktu-waktu. Tetapi kesiapan bisa kita prepare dari sekarang. Ketika kesempatan itu datang kita sudah siap untuk sukses.”

“Nah, itu dia, Jon. Informasi bermanfaat itu. Tumben kamu cerdas.” Sodik agak aneh.

“Jono gitu loh.” Seraya Jono mengangkat Krah bajunya.

Sampit, Kalteng. 1/7/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *