Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Ini Rani tidak masuk, pak. Dia sedang jualan ikan keliling.” Lapor Bu Indah saat selesai melakukan pengawasan penilaian akhir tahun. Saat penting bagi yang lain, terpaksa Rani harus mengalahkannya untuk urusan dapur keluarga.

Sulit untuk melarang anak didik yang berjualan. Ia melakukannya untuk menopang kehidupan keluarga. Itupun karena disuruh orang tuanya menjual hasil memancing sehari sebelumnya. Sebuah dilema bagi pendidik untuk melarang Rani berjualan. Saat ini belum ditemukan solusi bagaimana mengatasi agar ia tetap sekolah.

“ Tadi aku tidak melihat Rani di kelas. Biasanya dia duduk di sebelahku.” Jono memberi informasi pada Sodik.

“Aku tidak tanya.” Sodik ketus.

“ Kamu ini kenapa sih, apanya yang salah kalau aku memberi tahu kamu?”

“ Tidak ada.”

Sebenarnya bukan hanya Rani yang memiliki masalah ekonomi keluarga. Namun yang lain orangtuanya lebih memilih pendidikan. Biar orang tua yang bekerja. Jika menilik dari kondisi keluarga Rani, kakak-kakaknya tidak ada satupun yang menyelesaikan pendidikan jenjang SMP. Bagi keluarga Rani yang terpenting adalah bekerja dan mendapatkan penghasilan.

Berdasarkan pengakuan Rani, ia memang yang memaksakan diri untuk tetap sekolah. Tidak jarang ia membiayai sendiri untuk kepentingan belajarnya. Seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lain ia beli setelah mendapat uang dari hasil jualannya.

“ Dia jualan lagi, dik. Aku memberi tahu kamu. Siapa tahu kamu juga berminat. Berniaga bukanlah sesuatu yang salah. Malah ini latihan Kita untuk kecakapan hidup kita nanti.” Jono mencoba berargumentasi.

“ Aku setuju saja, Jon. Namun belajar juga penting. Keduanya sama-sama harus dijaga. Kalau aku bekerja boleh setelah selesai belajar di sekolah. Bahwa bagi kita bekerja itu adalah bagian dari belajar.”

“ Belajar tidak harus selalu di kelas bukan. Kata pak guru namanya belajar sambil melakukan. Sepertinya adalah istilahnya dalam bahasa Inggris, tapi aku lupa.”

“ Lupa atau tidak tahu?”

“ Tepatnya belum tahu. Sebagai pembelajar pantang bilang tidak.” Jono percaya diri.

“ Aku masih tidak setuju, Jon. Bagiku apa yang dilakukan Rani dapat mengganggu ketertiban dalam belajar. Masalahnya Penilaian Akhir Tahun ini wajib. Sudah direncanakan sebelumnya, jadwal sudah disampaikan. Seyogianya kita juga melihat bapak ibu guru kita yang sibuk menyiapkan dan melaksanakan. Katanya bapak dan ibu guru masih ada tugas lagi setelah kita mengerjakan soal-soal tertulis. Tidak etis bukan kalau kita mementingkan kepentingan sendiri.” Sodik berani kontra Jono.

JonSo masih berdebat tentang Rani yang tidak masuk karena lebih mementingkan berjualan. Kali argumentasi keduanya sama-sama masuk akal. Sementara Rani yang diperbincangkan entah peduli atau tidak. “ Kalau kamu, penting sekolah atau berjualan?”

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 17/6/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *