banner 728x250

JonSo(61) Belajar di Rumah Belajar

banner 120x600
banner 468x60

Praktik Baik Pemanfaatan Portal Rumah Belajar pada Pembelajaran daring

di SMPN 4 KATINGAN KUALA (2021)

banner 325x300

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Anak-anak, silakan dilihat link video yang bapak kirim. Tonton sampai dengan selesai, kemudian berikan komentar setelah kalian selesai. Do you understand?” Pak Ical mengirimkan pesan singkat di grup kelas JonSo. Saat itu sore hari di luar jam pelajaran yang dijadwalkan.

Pada Minggu ini Pak Ical juga sedang mengikuti pembelajaran daring. PembaTik nama pelatihannya. PembaTik adalah kepanjangan pembelajaran berbasis TIK.  Itu merupakan program peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling).

“Itu apa pak?” Komentar pertama dari Yoga. Peserta didik yang jarang bertanya pada kelas reguler. Dia ingin memastikan bahwa link yang dibagikan gurunya bermanfaat.

Jaringan internet memang hal baru bagi peserta didik di SMPN 4 KATINGAN Kuala. Terkhusus untuk jaringan 4G. Jika sebelumnya pembelajaran hanya menggunakan kelas berbasis grup klas aplikasi WhatsApp, kini pembelajaran bisa lebih bervariasi dengan menerapkan pembelajaran berbasis TIK.

“ Itu adalah link video pembelajaran yang bapak ambil dari portal Rumah Belajar Pusdatin Kemdikbud. Kalian akan lebih leluasa belajar. Ini karena banyak fitur-fitur yang mendukung. Ada fitur sumber belajar. Kalian dapat mencari sumber belajar dengan mudah. Ada berbagai konten video, audio, dan e-book.” Pak Ical menjelaskan.

“ Nah enakkan sekarang dik, kita belajarnya pakai gawai. Pak Ical sudah memberi tahu ada aplikasi pembelajaran tanpa berbayar. Siapa saja boleh menggunakannya. Mulai dari peserta didik, guru, bahkan masyarakat umum.” Jono sok tahu. Gawainya baru, jadi sekarang ia begitu bersemangat belajar daring.

“ Iya, tapi aku ini kan masih numpang gawai pada Rahman. Jadi apa yang dimau saja aku ikut. Ada tidak enaknya kalau tidak punya gawai ini. Belajar menjadi tertinggal. Tatap muka saja aku sering telat informasi, apalagi secara daring. Itu bertambah rumit.” Sodik mengeluh. Padahal biasanya dia tenang menghadapi tekanan.

“ Pada aplikasi Rumah Belajar juga ada fitur Kelas Maya. Kelas Maya adalah sebuah Learning Management System (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan siswa.” Pak Ical melanjutkan penjelasannya via pesan di grup kelas JonSo.

“Nah enakkan dik. Aku mau pasang aplikasinya aah. Walaupun tidak bertemu bapak dan ibu guru kita tetap bisa belajar. Katanya.” Lagi Jono percaya diri.

Sementara Sodik hanya masih bisa melihat saja. Walaupun jaringan internet lancar, kalau tidak memiliki gawai dan paket data. Apalah artinya? Ini masalah, tetapi hidup tidak boleh menyerah. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 28/5/2021.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *