banner 728x250

JonSo(42) Pingin Seperti Nabi Yusuf (18)

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Kalau kita mempunyai saudara. Kemudian saudara kita ini sedang dalam masalah. Apakah kamu akan bersedia membantu Jon?” Tanya Sodik.

banner 325x300

Suasana habis salat ashar masih panas. JonSo berkumpul kembali untuk melanjutkan kisah mereka yang belum selesai. Ramadan ini sudah hampir habis. Mereka masih terus menggali kisah nabi Yusuf untuk dijadikan pelajaran hidup.

JonSo bertekat Ramadan ini harus berbeda. Mereka ingin ada perbaikan setiap tahunnya. Bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus semata. Kisah nabi Yusuf salah satu inspirasi yang menurut mereka menarik untuk dicermati.

“Kalau aku, pasti akan membantu saudaraku. Saat sedang dalam masalah sejatinya itu adalah sarana kita memberi kebaikan.” Jono bijaksana sekali.

“ Saudara-saudara Nabi Yusuf sebenarnya agak menyadari kesalahannya. Saudara yang tertua menyatakan kepada pengawal nabi Yusuf untuk menggantikan salah satu dari mereka. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa ayahnya (Bunyamin) sudah berusia lanjut.” Sodik melanjutkan kisah nabi Yusuf.

“Namun nabi Yusuf tetap menolak. Ia berkata,” Aku memohon perlindungan kepada Allah dari menahan seseorang,  kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya. Jika kami berbuat demikian, maka kami termasuk orang-orang yang zalim.”(QS. Yusuf:79)

“ Nabi Yusuf memang hebat kalau begitu. Ia juga cerdas sehingga tidak terlihat bahwa ia sedang mengerjai saudaranya.” Jono berkomentar.

“Ia memang nabi Jon. Nabi itu memiliki empat sifat utama. Shidiq, amanah, tabligh, dan Fathanah. Seorang nabi wajib memiliki sifat-sifat itu.” Dede ikut menegaskan.

“ Apa pula itu de? Kenapa sejak dari depan kemarin Sodik tidak menjelaskan sifat-sifat itu. Aku jadi bingung.” Tampaknya Jono menemukan pengetahuan baru baginya.

“Nanti saja, sifat-sifat wajib nabi dan rasul dibahas nanti. Kita selesaikan kisah nabi Yusuf dulu. Setuju tidak?” Sodik mengambil alih.

“ Okelah, aku setuju. Tapi kamu janjikan akan menjelaskan nanti?” Jono bersemangat.

JonSo dan Dede masih tetap bersemangat membahas kisah nabi Yusuf. Sampai dengan saat ini Ramadan begitu berarti bagi mereka. Kisah nabi Yusuf ini adalah pelajaran tersendiri yang tidak terdapat di kelas teori.

“ Terus bagaimana lanjutannya, dik? Nabi Yusuf tetap menahan adiknya?” Jono kembali ke ‘laptop’.

“ Ya, tetap. Maka ketika para saudara nabi Yusuf berputus asa (atas keputusan nabi Yusuf), mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Yang tertua di antara mereka berkata,” Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji dengan nama Allah, dan sebelum itu kami telah menyia-nyiakan Yusuf? Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri ini (Mesir) sampai ayahku mengizinkan untuk kembali, atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim terbaik.”(QS. Yusuf:80). Sodik melanjutkan.

“ Ahh. Tampaknya mereka mulai sadar kalau selama ini pernah bersalah kepada adiknya Yusuf.” Jono menarik simpulan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 9/5/2021. Hari ke-27 Ramadan 1442 H.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *