banner 728x250

JonSo(27) Pingin Seperti Nabi Yusuf (5)

gray pyramid on dessert under blue sky
Photo by David McEachan on <a href="https://www.pexels.com/photo/gray-pyramid-on-dessert-under-blue-sky-71241/" rel="nofollow">Pexels.com</a>
banner 120x600
banner 468x60

JonSo(27) Pingin Seperti Nabi Yusuf (5)

Oleh: Moh. Anis Romzi

banner 325x300

Sore itu ketiganya, JonSo dan Dede saling berbagi kisah tentang nabi Yusuf. Kisah yang mereka peroleh saat kegiatan PPK di sekolah mereka. Kisah yang dituturkan Pak Ical gurunya mereka ulang kembali sambil menunggu waktu berbuka. Diiringi semilir angin persawahan yang sejuk membuat hari-hari cepat berlalu menuju acara paling dinanti, azan magrib.

“Jadi majikan perempuan nabi Yusuf memenjarakannya apabila tidak menuruti keinginannya?” Jono penasaran terus.

“ Ya, dan nabi Yusuf memilih lebih baik dipenjarakan dari pada mengikuti keinginan majikannya.” Sodik menjelaskan lebih dalam.

“ Bagi nabi Yusuf penjara lebih baik. Dia (nabi Yusuf) berdoa agar terhindar dari tipu daya para wanita itu.” Dede ikut menambahkan.

“Beratnya menjadi nabi Yusuf. Untuk menghindari dosa lebih baik dipenjara. Kalau sekarang malah banyak orang yang melakukan dosa. Memang dunia.” Jono berlagak bijaksana kali ini.

“Apakah sudah selesai ketika nabi Yusuf dipenjarakan?” Jono terus saja bertanya.

“Sebenarnya para wanita itu mengetahu bahwa nabi Yusuf adalah yang benar. Namun karena egois mereka ingin memenjarakan nabi Yusuf dalam beberapa waktu tertentu.” Dede menjelaskan.

Ketiganya asyik saling berkisah perihal nabi Yusuf. Sejauh ini yang mereka pahami bahwa nabi Yusuf sosok yang teraniaya. Namun kesabaran dalam menghadapi ujian patut dijadikan teladan.

“ Itu dik, de kisah nabi Yusuf saat di penjara. Bagaimana kelanjutannya?” Jono mulai tidak sabar.

“ Sabar sedikit kenapa Jon. Ini aku masih mengingat-ingat.” Dede juga ikut tidak sabar.

Sodik masih tetap terlihat tenang. Saat Jono dan Dede mulai saling tidak sabar.

“ Kita ini puasa lho. Kalau nanti tidak sabar malah tidak berkualitas puasanya. Bawaan sore-sore begini membuat suasana panas. Jadi cool  saja.” Sodik menenangkan.

“ Iya, tapi… Aku segera ingin tahu kelanjutannya dik.” Jono memaksa.

“Dan bersama dia pula masuk dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata, ”Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur.” Sedangkan yang lain berkata,” aku bermimpi membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung. Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandang kamui termasuk orang yang berbuat baik.”(QS. Yusuf:36)” Sodik melanjutkan.

“ Lha ini. Pasti kelanjutannya adalah kelebihan Nabi Yusuf dalam hal menjelaskan mimpi. Benarkan De?” Jono sumringah. Rasa ingin tahunya hendak terpenuhi kelihatannya.

“Iya, seperti di awal cerita kemarin bahwa salah satu mukjizat nabi Yusuf adalah kemampuan dalam menjelaskan takwil sebuah mimpi. Di penjara inilah itu mulai terlihat.” Dede juga mulai on lagi pada ceritanya. Itu setelah Sodik memantiknya.

“Terus-terus?” Jono muncul tidak sabarnya lagi.

“Kamu ini hanya terus-terus, Jon. Ayo kita pulang. Mataharinya hampir tenggelam nih. Sebentar lagi waktu berbuka.” Sodik beranjak berdiri.

“Ha? Pulang?” Jono melongo.

Singam Raya, Katingan , Kalteng. 24/4/2021. Hari ke-12 Ramadan 1442 H. Suasana Hari Buku Sedunia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *