banner 728x250

JonSo Hari ini Ikut Bersedih

banner 120x600
banner 468x60

JonSo(29) Hari ini Ikut Bersedih

Oleh: Moh. Anis Romzi

banner 325x300

Ramai berita di media sosial dan televisi. Semuanya tertuju pada tenggelamnya sebuah kapal selam KRI -Nanggala 402. Kapal selam kebanggaan Indonesia tenggelam saat melakukan patroli dan latihan menembak rudal bawah laut. Kejadian yang terjadi di perairan Utara pulau Bali. JonSo pun juga terlarut dalam kesedihan yang mendalam.

Walaupun belum pernah melihat sebuah kapal selam, keduanya dapat membayangkan bagaimana rasanya. Kapal yang besar milik Tentara Nasional Indonesia.. Bagi Indonesia ini adalah sejarah kelam yang akan dicatat sang waktu. Kesatria laut Indonesia gugur dalam menjalankan tugas negara.

Terhitung mulai tanggal 21 April, Kapal selam KRI Nenggala hilang kontak. Pak Ical menyampaikan.” Mengutip informasi dari akun Facebook E100 SSinfo. Satu dari lima kapal selam milik TNI angkatan laut hilang kontak di Selat Bali saat menggelar uji coba latihan di perairan tersebut. Julius Widjojono  Kepala Dinas Penerangan TNI AL menyebut kapal selam KRI Nanggala (402)) tersebut hilang kontak pagi tadi, Rabu (21/4).

Pak Ical melanjutkan,” Julius mengatakan, di dalam kapal itu terdapat awak kapal yang terdiri prajurit TNI, tetapi dia tidak merinci berapa total awak yang berada di kapal tersebut. Saat ini pihaknya masih mendalami insiden terkait kapal hilang kontak itu.”

Para siswa diam tertegun mendengarkan berita yang dibacakan Pak Ical tersebut. Pagi itu saat Panji di Musala sekolah Pak Ical menyempatkan untuk membacakan berita sedih bagi seluruh bangsa Indonesia. Tidak ada satu pun siswa yang bersuara. Semua terhanyut dalam informasi yang disampaikan oleh Pak Ical.

Jono menyentil Sodik. “ Dik, apakah kamu tahu yang dibacakan Pak Ical?”

Sodik tidak menjawab. Ia tetap memperhatikan Pak Ical yang sedang menjelaskan berita tentang tenggelamnya kapal selam kebanggaan bangsa Indonesia itu. Tampak matanya berkaca-kaca. Penjelasan Pak Ical sungguh menyentuh perasaannya. Bagaikan ia melihat sebuah kapal yang tenggelam di depannya. Namun tidak kuasa untuk memberikan pertolongan.

“Anak-anakku sekalian. Ini adalah duka yang mendalam untuk seluruh bangsa. Termasuk kita yang di sini. Walaupun kita tidak melihat mereka dari dekat, para awak kapal telah berkorban demi negaranya. Mereka adalah pahlawan.”

Terlihat beberapa siswi meneteskan air mata. Mereka juga turut bersedih atas musibah ini. Jono yang sedari tadi sulit diam sekarang ikut juga menunduk. Namun entah apa yang dipikirkannya.

“Tadi malam, bapak melihat foto-foto KRI Nanggala yang tenggelam itu. Kawan-kawan bapak yang mengirimkannya. Bapak melihat kedalaman air 895 meter di bawah permukaan. KRI NANGGALA benar-benar tenggelam.” Pak Ical pun suaranya terbata menahan kesedihan.

“ Kami ikut berduka pak.” Santi berani bersuara.

“ Sebagai warga negara Indonesia tentu kita berduka. Jono, apakah kamu juga?”

“Hah. Aku?” Jono kaget. Kemudian Jono mengangguk.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 26/4/2021. Hari ke-14 Ramadan 1442 H.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *