Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Ini adalah hari terakhir kita belajar. Sebagai tandanya nanti akan diserahkan laporan hasil belajar kalian selama satu tahun. Setelah itu kalian akan pindah kelas yang lebih tinggi. Asal kalian naik kelas.” Pak Ical menutup kegiatan Panji dengan pengarahan.

JonSo badannya panas dingin. Ini adalah kondisi paling mengerikan bagi keduanya. Naik kelas, nama momoknya. Keduanya merasa trauma karena pernah tidak naik kelas sewaktu SD dulu. Kalau kejadian itu terulang di SMP bisa-bisa tua di sekolah nanti.

“ Dik, aku takut kalau nanti pas bagi rapor tidak naik lagi. Maka kemarin hampir seluruh mata pelajaran aku harus mengikuti perbaikan.” Jono tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.

“ Sama, Jon. Tidak naik kelas itu menyakitkan. Kita ditinggal kawan-kawan kita dahulu. Malu rasanya jika harus bertemu adik kelas.”

Hari ini sekolah JonSo menghadirkan orang tua untuk menerima rapor. Sepuluh menit sebelum acara sudah hampir 80% lebih para orang tua sudah hadir. Sekolah JonSo memang terkenal tepat waktu dalam memulai sebuah agenda. Pernah molor, tetapi tidak terlalu lama. Bagi yang belum terbiasa acap orang tua dan wali siswa kecele, karena acaranya sudah selesai.

“ Bapak dan ibu orang tua peserta didik yang saya hormati.” Pak Ical memulai memberi sambutan acara pembagian rapor pagi itu.

Sekitar 10 menit sebelumnya, ada pesanan orang tua siswa agar Pak Ical tidak terlalu lama memberi sambutan. Pak Ical sudah menuliskan poin-poin penting untuk disampaikan. Ia sangat memperhatikan keluhan orang tua siswa.

“ Bapak dan ibu sekalian, penyampaian laporan hasil belajar ini adalah wajib bagi sekolah untuk menyampaikan. Ini sebagai evaluasi bersama antara sekolah, peserta didik dan orang tua. Mohon nanti ketika sampai di rumah bapak dan ibu berdiskusi dengan putra-putrinya. Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan pada semester depan.”

“ Saya hanya akan menyampaikan hal ini singkat saja. Ini karena kami menyadari bapak dan ibu seharusnya sedang sibuk di tempat aktivitasnya masing-masing. Namun demikian jangan sampai kita melalaikan akan belajar anak-anak kita.”

“ Saya mewakili sekolah bapak dan ibu dapat memberikan kritik dan saran demi kemajuan dan keberhasilan belajar anak-anak kita.”

Pal Ical segera mengakhiri sambutannya. Beberapa orang tua khususnya yang laki-laki mulai terlihat gelisah duduknya.

“ Bapak dan ibu laporan hasil belajar ini memang didominasi pada penilaian pengetahuan. Jadi kami berharap bapak dan ibu tidak langsung memvonis anaknya tidak pintar apabila mendapati nilainya tidak cukup baik. Setelah ini dipersilakan bapak ibu menuju kelas dan bertemu dengan bapak dan ibu wali kelas.”

“ Alhamdulillah, aku naik kelas, dik.” Jono bergembira sekali setelah menerima rapor dari ibunya yang datang hari itu.

“ Syukurlah, Jon. Aku belum melihat punyaku..” Sodik tampak khawatir.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 26/6/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *