Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Pak saya membawa karung dua hari ini. Soalnya saya kemarin saya tidak membawa. Jadikan pak kita menimbun lagi.” Hari bersemangat sekali sambil menunjukkan dua karung bekas yang dibawanya.

Hari kedua dari pelaksanaan rencana kegiatan gotong royong menimbun bekas kolam dekat musala. Tidak hanya Hari yang bersemangat, JonSo dan hampir semua peserta didik laki-lak begitu juga adanya. Pak Ical pun ikut bersemangat melihat para anak didiknya. Jiwa Gotong-royong ternyata masih kental di sekolah JonSo.

“ Kamu membawa karung juga kan, Jon?” tanya Pak Ical.

“ membawa dong, pak. Jono gitu loh.” Jawab Jono sambil tersenyum. Hari ini kawan-kawan JonSo sangat kompak. Sepertinya ada hal yang sangat menyenangkan yang mereka sembunyikan. Pak Ical masih belum menyadari apa itu yang membuat mereka bahagia dengan aktivitas dua hari ini.

Suasana pagi itu masih hujan gerimis. Itu sisa subuh tadi yang hujannya sangat lebat. Hujan di bulan Juni, kondisi cuaca yang tidak lazim. Saatnya adalah musim kemarau. Pantaslah kalau Sastrawan Sapardi Djoko Damono membuat puisi dengan setting waktu ini. Hujan di bulan Juni saat musim yang seharusnya panas.

“ Hari ini kita melanjutkan menimbun kolam. Setelah ini kalian silakan ke penggilingan padi pak Sudar. Bapak sudah berizin.”

Brrrrr. Seluruh peserta didik laki-laki segera berhamburan keluar dari lingkungan sekolah. Mereka berlarian laksana bebas dari penjara. Sedikit dari mereka berjalan santai. Beberapa sibuk mencari tali pengikat untuk sekam padi yang hendak diambil.

Lima belas menit kemudian satu persatu mulai muncul. Hari yang pertama kali muncul memanggul karung berisi sekam padi. Badannya berkeringat deras. Namun di bibirnya masih tersungging senyuman khasnya.

“ Masih ada satu lagi pak, di sana. Saya akan kembali lagi.” Hari melapor pada Pak Ical yang menunggu di tepi kolam.

“ Bagus, Har. Apakah tidak istirahat dulu? Kawan-kawanmu yang lain belum datang.”

Belum sempat menjawab pertanyaan Pak Ical Hari berlari lagi penuh semangat. Ini karena kawannya yang lain mulai berdatangan. Dia seperti tidak mau kalah untuk menunjukkan hasil kerjanya.

“ Pak setelah ini kami boleh berenang di sungai belakang sekolah?” Doni kawan JonSo meminta izin.

“ Ya, Pak. Boleh ya? Badan kami gatal-gatal setelah memanggul sekam tadi.” Riki kawan JonSo yang lain menguatkan izin Doni.

Pak Ical terkaget. Namun ia mampu menyembunyikan rasa itu. OOO ternyata ini yang membuat anak-anak didiknya bersemangat melakukan gotong-royong pagi ini. Memang di belakang sekolah JonSo terdapat sungai buatan pemerintah. Tampaknya mereka sudah merencanakan ini bersama-sama.

“ Apakah kalian yakin aman?” Pak Ical memastikan.

“ Aman sekali pak. Kami biasa setiap hari berenang di sungai itu.” Doni yakin dengan penjelasannya.

“ Tunggu yang lain datang dulu. Silakan berenang dan saling menjaga satu sama lain.” Pak Ical tidak kuasa menolak kemauan anak-anak didiknya itu.

JonSo datang di rombongan akhir. Begitu temannya hendak berangkat ke sungai, keduanya segera mempercepat langkahnya. Ternyata kegiatan berenang, permintaan mereka yang dipenuhi membuat bersemangat gotong-royong hari ini.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 24/6/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *