banner 728x250

JonSo (77) Usia Muda

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

“”Sesungguhnya di tangan para pemuda urusan umat, dan di telapak kakinya hidupnya.” Para pemuda adalah calon pemimpin bangsa dua puluh tahun ke depan. Hari ini adalah gambaranmu di masa depan.” Pak Ical berapi-api menasehati anak didiknya.

banner 325x300

“ Indonesia 20 tahun yang akan datang adalah apa yang dilakukan pemuda saat ini.”

“Dik, apakah kamu bisa menebak ke mana arah pembicaraan Pak Ical?”

“ Biasanya nasehat untuk kita. Seringkali beliau menyampaikan pentingnya menghargai waktu.”

“ Tepat. Kamu mulai pintar sudah.”

“ Kalian akan ditanya untuk apa masa muda digunakan. Karena itu manfaatkan masa mudaku sebelum masa tuamu.” Pak Ical masih bersemangat.

JonSo hari itu sedang mengikuti Panji di sekolahnya. Biasanya keduanya berdiri di depan gerbang sekolah. Itu karena terlambat, jadi mereka harus Panji di luar. Namun tidak untuk hari ini. Keduanya pagi-pagi sudah datang.

“ Memang betul apa yang dikatakan pak Ical, Jon?” Sodik meminta penjelasan tambahan kepada Jono.

“ kita dengarkan saja dulu. Nanti kita membahasnya.”

Sodik tidak paham maksud Jono. Ia terus saja meminta Jono menjelaskan. Keduanya terlihat ngobrol saat Pak Ical menyampaikan nasehatnya.

“ JonSo ingin menyampaikan sesuatu?” Pak Ical menarik perhatian keduanya dengan pertanyaan.

“ Ti-ti dak, pak.” Jono gelagapan.

“ Kalau tidak perhatikan. Gantian bicaranya. Nanti bapak beri kesempatan.”

“ Hah , Sodik. Cari masalah saja. Pasti nanti kita akan ditanya-tanya. Paling tidak diminta menyimpulkan.”

Sodik tersenyum saja. Ada sedikit niat untuk mengerjai Jono. Keduanya kembali diam memperhatikan pak Ical.

“ Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda sekarang ini. Wajib hukumnya bagi para pemuda Indonesia, termasuk kita menyiapkan diri. Kita akan dihadapkan pada situasi yang berbeda dengan para orang tua kita. Di masa depan kita akan bertemu dengan persaingan, kecerdasan, teknologi, dan moral. Kita semua hadir di sekolah ini untuk menyiapkan itu.”

“ Hari ini menentukan masa depan. Apa saja yang kalian lakukan hari ini akan menjadi catatan sejarah individu masing-masing. Pesan bapak, belajar, belajar, belajar.”

“ Saat ini kita bisa belajar apa saja, dengan siapa saja, kapan saja. Mestinya ketika belajar lebih mudah, wajib untuk kalian lebih baik daripada orang tua saat ini.”

“Senyampang masih muda, lakukan hari dengan terbaik. Karena belum tentu kita masih bernyawa besok. Barangsiapa yang enggan menanggung lelahnya belajar, bersiaplah menerima susahnya kebodohan.” Pak Ical masih memberikan ceramahnya.

“ Dik, aku mulas. Rasanya Pak Ical akan bertanya padaku.”

“ Jono, Apa rencanamu untuk masa mudamu besok?”

“ Nah, betulkan, dik?”

Singam Raya, Katingan, Kalteng. 13/6/2021. Hari ke-2 Selo 1442 H

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *