banner 728x250

JonSo (72) Guru yang Baik

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

Semua orang tentunya ingin menjadi baik. Itu termasuk profesi yang diembannya. Pendidik adalah pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang. Baik boleh jadi menjadi istilah yang subyektif. Ia bergantung pada siapa yang mengatakannya. Namun berusaha menjadi baik adalah wajib bagi setiap pekerjaan. Tentu yang paling berhak mengatakan baik adalah pengguna layanan seorang guru. Pertama adalah para peserta didik.

banner 325x300

JonSo adalah peserta didik pengguna layanan pendidikan. Suara keduanya perlu didengarkan oleh para pendidik. Tentu semuanya bertujuan untuk melakukan perbaikan. Indikator kepuasan layanan dapat dilihat dari kehadiran dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Ketika mereka merasa bergairah dan kebutuhan belajarnya terpenuhi, dapat diasumsikan sang guru telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Indikator yang kedua adalah capaian atau prestasi belajar. Tentu tidak semua ahli pada semua mata pelajaran. Tugas pendidik adalah menemukan potensi positif peserta didik dan berkembang sesuai dengan perkembangan usianya. Prestasi tidak hanya sebatas akademik semata, namun lebih komprehensif. Aneka potensi kecerdasan perlu diapresiasi.

“ Kalau aku guru yang baik itu, tidak galak. Terus hafal nama-nama muridnya. Jadi tidak ada yang memanggil muridnya dengan kata he, atau kamu. Saya pikir itu lebih akrab.” Jono berpendapat tentang guru baik menurutnya.

“Bapak dan ibu guru itu pengganti orang tua kita di rumah. Mereka mendampingi kita saat di sekolah. Kalau aku suka yang disiplin. Itu karena bapak dan ibuku di rumah itu sabar banget.” Vita juga ikut berpendapat.

“ Guru yang baik itu pendengar yang baik. Ada anak didiknya berkeluh-kesah ada di dekat kita.” Fatimah berkomentar juga.

Para pendidik di sekolah JonSo bervariasi. Baik itu dari segi umur, keterampilan maupun pengalaman. Namun hampir semua sudah berpengalaman lebih dari lima tahun. Sedikit banyak mereka telah mengenal karakter peserta didiknya.

Tentu tidak semua guru dapat memuaskan seluruh peserta didiknya. Namun ketika pembelajaran berpusat kepada peserta didik diharapkan mereka menjadi pribadi mandiri. Harapan di masa depan para peserta didik saat ini dapat berkontribusi positif kepada lingkungan, masyarakat, Indonesia, bahkan masyarakat global.

“ Aku suka bapak, ibu guru yang sabar. Selain itu yang dapat mendampingi saya belajar. Mereka juga yang dapat menyampaikan pelajaran dengan cara yang menyenangkan.” Wahyu kali ini juga ikut berpendapat. Biasanya dia jarang sekali berbicara di kelas.

Para pendidik juga manusia biasa. Namun telah dibekali keterampilan pengajaran sebelum bekerja menjadi guru. Tentu para guru berbeda dengan orang biasa dalam hal mengelola pembelajaran. Guru yang baik adalah mereka yang terus belajar. Para guru pembelajar sepanjang hayat, pemilik masa depan pendidikan Indonesia. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 08/6/2021. Hari ke-27 Syawal 1442 H

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *