banner 728x250

JonSo (70) Mencari Kecerdasan Kinestetik

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Berapa nilai yang kamu dapatkan ulangan Bahasa Inggris kemarin, Jon?”

banner 325x300

“ Tidak ada nilai angkanya, dik. Hanya berupa huruf dan paraf Bu guru. C- tandanya.”

“ Sama. Aku juga. Apa maksudnya ya, Jon?”

Pak Ical dan para pendidik lainnya sedang mencari potensi kecerdasan JonSo. Analisis potensi berdasarkan observasi pembelajaran JonSo disimpulkan rendah dalam ranah kognitif. Keduanya sulit berbahasa di kelas. Bisa jadi kecerdasan verbal yang sering menjadi tolok ukur sekolah konvensional tidak tampak dalam diri keduanya.

“ Andai nilai itu a, b, c, atau d, kita peringkat dua dari bawah , Jon. Sepertinya begitu.” Sodik tidak yakin.

“ Kalau memang iya, aku selalu itu dapatnya kalau ulangan.” Jono pasrah.

Setiap anak istimewa sebenarnya. Dalam bahasa yang lain memiliki keunikan yang tidak dimiliki yang lain. Hanya saja terkadang para pendidik belum mengenali potensi kecerdasan sang anak. Jadi penting bagi pendidik untuk belajar mengenai aneka kecerdasan ini.

“ Benar, Jon. Aku setuju. Rasanya kok sulit sekali pahamnya.”

Kecerdasan verbal adalah yang paling umum diukur. Ia dilakukan dalam bentuk tes lisan dan tulis. Sementara kecerdasan kinestetik belum tergali maksimal dalam satuan pendidikan. Ini karena memerlukan instrumen yang jarang digunakan.

Sedangkan kecerdasan kinestetik memiliki kompetensi dasar. Siapa saja peserta didik yang mampu menyusun, menyeimbangkan, mengangkat, membawa, berjalan, berlari, membuat prakarya, merestorasi, membersihkan, mengirimkan, mengantarkan, memproduksi, memperbaiki, memasang, menginstalasi, mengoperasikan, menyesuaikan, menyelamatkan, mempertunjukkan, memberi isyarat, berpantomim, mendramatisir, memeragakan (busana), menari, berolahraga, mengorganisasikan kegiatan di alam bebas, berwisata.

“ Aku lebih suka bermain di luar, dik. Daripada belajar di dalam kelas. Rasanya mengantuk terus. Apalagi kalau bapak dan ibu guru berceramah.”

“ Aku juga. Lebih enak bergerak daripada duduk saja di kursi.”

JonSo tampaknya sulit beradaptasi seperti Kawan-kawannya di kelas. Saat tugas menulis keduanya sering lambat. Saat kawannya sudah selesai mereka masih kurang dari separuh dapatnya. Beberapa pendidik di sekolah JonSo sebenarnya telah mengetahui hal ini. Keduanya tidak sendiri, masih ada beberapa yang mengalami hal yang sama seperti JonSo.

“ Bapak-bapak dan ibu-ibu pendidik yang saya hormati. Anak-anak kita ini bermacam-macam kecerdasannya. Berkenaan dengan hal tersebut, penting bagi kita untuk mengenal aneka kecerdasan dan indikator-indikatornya. Mari kita pastikan bahwa aneka potensi kecerdasan ini terlayani dengan baik. Untuk kasus JonSo dan beberapa kawannya yang hampir mirip kita perlakukan berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk mencari dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.” Pak Ical saat memimpin rapat evaluasi mingguan.

“ Begini saja, dik. Pokoknya kita sekolah saja. Daripada di rumah, disuruh-suruh Mak terus.”

“ Cocok.” Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 06/6/2021. Hari ke-27 Syawal 1442 H.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *