JonSo (7) Pojok Baca untuk Apa ya?
Oleh: Moh. Anis Romzi

Bu Sari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia masuk kelas JonSo. Ia masuk pada jam pertama. Seluruh siswa di kelas JonSo telah siap menyambut. JonSo pun begitu pula adanya. Bu Sari adalah guru baru di kelas itu. Dengar-dengar Bu Sari membawa gagasan baru untuk kelasnya. Pojok baca namanya.
“Jon, katanya besok di kelas kita ada sesuatu yang baru. Kamu dengar tidak. Baca-baca begitu lo namanya.” Sore sebelumnya saat JonSo bermain di rumah.
“Aku belum tahu dik. Memang barang apa sih itu?” Jono meminta penjelasan lebih dalam.
“Entah, katanya sih tempat membaca di pojok kelas. Saat kita senggang ada buku-buku untuk dibaca.” Sodik menebak-nebak.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi anak-anak. Bagaimana kabarnya? Hari ini adalah hari pertama ibu masuk kelas ini. Apakah sudah kenal saya?” Bu Sari membuka pelajaran hari itu.
“Belum Bu.” Hampir 90% lebih menjawab.
“ Sudah Bu.” 10% yang lain menjawab. Ternyata JonSo siswa yang 10% itu.
“ Itu Bu, kata Pak Ical kemarin. Di kelas kita akan ada guru baru. Dan gurunya wanita. Saya pikir pasti ibu.” Sodik berani menyampaikan pendapat.
“Oooh. Pintar kamu. Siapa namanya ganteng. Pakai masker pula? Ini tampaknya siswa yang patuh. Benarkah?” Bu Sari menimpali.
Seperti biasa Sodik tidak langsung menjawab. Hanya menatap Bu Sari.
“Iya kamu. Siapa namamu? Apakah ibu boleh kenal?” Lagi Bu guru bertanya.
“Namanya Sodik, Bu. Sebenarnya dia sedikit bicara biasanya. Entah ada angin apa hari ini dia berani.” Dede sang ketua menjawab sebelum Sodik.
“ Ohh. Sodik namanya. Tidak apa-apa kok dik. Ibu tidak menggigit.” Bu Sari mencoba menyakitkan suasana.
“Baik anak-anak, siapa tak kenal maka tak sayang. Izinkan saya memperkenalkan diri agar ada sayang di antara kita. Boleh?”
“ Boleh, Bu.” Semua siswa di kelas JonSo serentak menjawab.
“ Nama lengkap ibu, Sari Rahmadhani. Boleh dipanggil Ibu Sari. Di sini ibu akan menemani kalian belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ibu lahir di Katingan, Kalimantan Tengah. Nah kemarin ibu berizin kepada Pak Ical, Kepala Sekolah kita. Ibu akan mengadakan sebuah kegiatan yang bernama ‘ ‘GELIS’.”
Jono,”…????” dalam hatinya. Yang dia tahu dari bahasa ibunya GELIS’ adalah cepat. Tetiba ia mengacungkan tangan.
“ Iya, kamu. Siapa namanya? Silakan. Ada yang ingin ditanyakan?” Bu Sari memberi kesempatan.
“Eeeem … Jono ibu namanya saya. Kita mau cepat kemana Bu?” Jono mengungkapkan rasa tahunya langsung tanpa basa-basi.
“Ohh ya. Jono maksud kamu GELIS’ dalam bahasa daerah ya?”
“Gelis yang ibu maksud adalah kependekan dari Gerakan Literasi Sekolah. Dan nantinya untuk mendukung itu salah satunya di setiap kelas di sekolah kita akan disediakan pojok baca.”
“ Nah, benarkan?” Sodik berbisik dalam hatinya sendiri. Percakapan sore kemarin terbukti akhirnya. Akan ada pojok baca di kelas saya. Tapi..?
Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 4/4/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *