banner 728x250

JonSo (66) Bersaing itu Sesuatu Banget

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Selamat Anda terdaftar dari 10000 peserta. Nomor registrasi pendaftaran Anda adalah 2451. Untuk selanjutnya silakan mengikuti coaching clinic lewat aplikasi zoom. Jadwal terlampir.” Sebuah pengumuman masuk di alamat surat elektronik Pak Ical.

banner 325x300

Ini karena jaringan internet yang mulai lancar, Pak Ical rajin mengikuti pelatihan daring. Sebuah motto kehidupan yang dipegangnya adalah ‘belajar sepanjang hayat’. Semangat Pak Ical dapat menjadi contoh bagi JonSo dan kawan-kawannya.

“ Jaman sekarang ini semuanya serba daring ya, dik. Sekolah daring, belanja daring, menanam padi saja kayaknya yang belum daring.” Entah Jono serius atau tidak dengan ucapannya. Dia mulai memperhatikan fenomena teknologi informasi yang sedang in di kampungnya.

“ Benar Jon. Sepertinya kita harus menyesuaikan diri sekarang ini. Apabila tidak nantinya kita hanya akan menjadi penonton di kampung kita sendiri. Ini bisa berbahaya.” Sodik ternyata nyambung. Dia mulai kritis terhadap keadaan lingkungannya.

“ Tapi ingat juga dik, tantangan di masa depan kita semakin berat. Itu pasti berbeda dengan saat ini. Akan ada banyak persaingan, siapa yang kuat dia akan menang.” Jono terlihat pesimis.

“ Tidak selalu Jon. Semua tidak harus diselesaikan dengan kompetisi atau persaingan. Tapi juga dengan kerjasama. Bahasa sekarang ini kolaborasi katanya. Kita juga mesti ingat bahwa tidak semua ahli pada semua hal. Nah, maka dari itu kerjasama menjadi hal utama pada keberhasilan.” Sodik lebih optimis daripada Jono.

“ Tapi kamu lihat kan? Pak Ical menyampaikan bahwa dalam mencapai sebuah kesuksesan perlu kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas. Terus ada persaingan yang tidak bisa dihindarkan untuk memilih yang terbaik dari yang baik misalnya.” Jono mulai mendebat agak seru.

“ Iya boleh bersaing. Namun tidak selalu persaingan itu membawa kebaikan. Bandingkan dengan aneka keahlian yang digabungkan. Kamu pernah menonton pertandingan sepak bola?” Sodik mulai beranalogi.

“ Ya pernah. Masa sepak bola saja dibahas.” Jono merasa aneh.

“ Kalau kamu memperhatikan tim sepak bola Jon, tidak semua menjadi kiper, penyerang, atau pemain bertahan. Kamu melihat tidak?” Sodik memastikan Jono memperhatikan.

“ Iya-iya. Aku melihat. Kalau semua menjadi kiper, kapan bisa mencetak golnya, dik-dik. Kamu ini aneh.” Jono belum sepenuhnya paham maksud Sodik.

“ Itulah maknanya kehidupan di masa depan. Kita memerlukan kerjasama dengan yang lain. Tidak berjalan atau bergerak sendiri-sendiri. Semuanya mempunyai tugas dan peran masing-masing. Tugas kita adalah menjalankan peran terbaik yang kita bisa.” Sodik mulai bijaksana.

“ Kalau tidak bersaing tidak puas dik. Tidak ada yang dikalahkan.” Jono masih ngeyel.

“ Jika tidak bisa dihindari, maka kompetisi harus dihadapi. Tapi ingat, menghadapi musuh bersama jauh lebih ringan, dari pada melawan seorang diri. Di masa depan kerjasama lebih penting Jon.” Sodik mencari alasan pembenaran.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 02/06/2021. 21 Syawal 1442 H.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *