banner 728x250

JonSo (62) Tanggal Merah Absen, Terlalu!

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

“Rani, Hadir!” Dengan emoticon mengangkat tangan. Dia mengisi daftar hadir grup kelasnya sejak pukul 05.30. Paginya si Rani ini absen membuat Jono bertanya-tanya. “Bukankah ini tanggal merah?”

banner 325x300

Ternyata tidak hanya Rani yang mengisi absen kehadiran. Di belakang Rani beberapa kawan JonSo dengan tenangnya melakukan hal serupa. Zaman belajar daring, kalender kertas menjadi barang langka yang jarang ditengok generasi pelajar pandemi Covid-19 ini. Asal pagi sebelum jam 07.00 harus absen. Itu adalah instruksi wali kelas untuk mencatat kehadiran anak-anak didiknya.

“ Masa dik, Si Rani kalendernya berwarna merah, tetap saja mengisi daftar hadir. Mungkin dia ini ngelindur.” Jono tebar berita ke Sodik yang tidak pernah mendengar kabar kelas.

“ Mungkin dia masih ngantuk sebenarnya Jon. Atau memang karena tidak tahu kalau harinya libur sekolah. Kalau Belajar dari rumah kan tidak terasa harinya?” Sodik membalas berita Jono dengan pernyataan sekaligus pertanyaan.

“Ah tidaklah. Kalau kawan-kawan kita memang begitu umum. Kalau absen paling pagi. Pas belajarnya hilang.”

“ Sebenarnya belajar tidak mengenal hari libur. Setiap saat adalah waktu belajar. Hanya karena di sekolah adalah sarana kecil belajar pada kehidupan.”

“ Ya tapi kalau tanggal merah masuk itu namanya kebangetan. Waktu itu ada tandanya. Ia punya nama pada masing-masing rentang. Detik, menit, jam, hari, bulan dan seterusnya. Tanda itulah yang mestinya dikenali. Siapa tak kenal berarti tidak belajar atau lupa. Kalau lupanya berulangkali itu kesengajaan yang fatal.” Jono ceramah panjang lebar.

JonSo keduanya asyik berdebat perihal perilaku aneh kawan-kawannya. Mengisi daftar hadir pada jam libur. Ini aneh karena kasusnya berulang. Ada beberapa yang melakukannya lebih dari satu kali. Entah ini motif apa?

Pak Andi, wakil kepala urusan kurikulum juga sudah mengingatkan.” Hari ini tanggal merah, libur. Silakan melakukan aktivitas yang bermanfaat dari rumah. Saatnya kalian belajar dengan orang tua di rumah.”

“ Iya sih Jon. Kalaupun tidak sengaja itu seharusnya satu kali saja. Namun saat belajar di rumah itu, hari-hari terasa sama semua. Apalagi saat ini jarang ditemukan kalender di rumah dalam bentuk cetak. Hampir semua beralih pada kalender yang ada di gawai.”

“ Betul kamu dik. Sekarang sulit ditemukan kertas seperti waktu masih belum ada gawai seperti sekarang. Kalau di kalendernya kertas jelas warna merahnya. Sekaligus kita bisa fokus melihatnya. Itu karena hanya satu fungsi saja.” Jono bersepakat dengan Sodik.

Sekarang ini banyak orang tidak fokus. Sebenarnya bukan hanya kawan JonSo yang salah dalam mengisi daftar hadir. Bapak dan ibu guru JonSo pun juga ada yang salah masuk piket pada tanggal merah. Simpulan sementara adalah gawai android dengan sistem sumber terbuka membuat penggunanya sulit fokus pada satu hal. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 29/5/21. Hari ke-15 Syawal 1442 H.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *