banner 728x250

JonSo (60) Ilmu Memang Mahal

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Tidurnya orang berilmu lebih mulia dari beribadahnya orang Jahil.” Pak Ical menandai nasehat di grup kelas JonSo. Sebuah ungkapan untuk membangkitkan JonSo dan kawan-kawannya agar belajar lebih giat dan rajin. Memang sering sekali Pak Ical berbagi nasehat. “Apakah orang tua selalu begitu?” Pikir Jono mencari jawaban.

banner 325x300

“ Kira-kira pekerjaan dokter itu enak ya, dik? Saat berobat dan memeriksa penyakit pasien kok harganya mahal banget.”

“Jangankan dokter Jon, bengkel yang bagus juga mahal. Itu pun biar mahal kita juga harus mengantri lagi.” Sodik menyanggah dengan perbandingan. Walaupun perbandingannya agak tidak linier.

“ Kamu benar dik dengan contohmu itu. Kemarin waktu aku mencoba menambal ban motor sendiri. Aduh untuk mencukur ban luarnya saja aku lama sekali berhasilnya. Rasanya hampir dua jam lebih. Itu pun aku harus mandi keringat. Saat sudah selesai mengganti ban dalamnya, aduh sakit lagi.”

“ Memang kenapa Jon? Tangan tercukit terus berdarah-darah?” Sodik sedikit meremehkan Jono.

“ Ya tidaklah. Ternyata sudah lebih dari dua jam, aku belum berhasil mengembalikan ban motornya ke posisi asal. Keringat puluhan liter mungkin sudah keluar. Bukan darah kaya katamu tadi. Rasanya aku hampir putus asa. Bapakku malah senyum-senyum saja. Apa tidak tambah sengsara coba?” Jono bercerita heroik soal mengganti ban motor.

JonSo memang biasa melihat orang tuanya bekerja mandiri. Banyak pekerjaan harus berusaha diselesaikan sendiri selagi bisa. Sehingga para orang-orang tua itu tidak bisa lagi membedakan mana istirahat, mana bekerja.

“ Paling bapakmu tertawa melihat polahmu yang aneh itu. Kamu itu tidak biasa to menambal ban atau melepasnya sendiri?” Sodik mulai bisa menebak arah maksud Jono.

“ Aku pikir semua yang bisa dilihat itu bisa dikerjakan. Jadi aku paksa diri untuk mencobanya. Ternyata susah juga. Itu hanya sekadar mengganti ban saja. Terus kamu tahu apa yang terjadi kemudian?” Jono meminta dukungan ceritanya.

“ Aku tidak tanya Jon.” Jawab Sodik pendek.

Memang jawaban Sodik sering pendek-pendek. Namun terkadang menohok perasaan. Dia memang cuek sekali sikapnya. Asal punya dia selesai. Sudahlah baginya.

“ Ya, kamu tanyalah dik, biar aku bersemangat ceritanya.” Jono merayu.

“ Yo, wis aku bertanya. Bagaimana terusannya Jon?” Ulang Sodik sekenanya.

“ Waktu bapak melihatku sambil tersenyum, orangnya itu dari sawah. Mungkin saja lelah. Karena itu saat terlihat sibuk, aku tidak kena marah. He-he.” Jono cair menjawabnya.

“ Terus Jon, apa kata bapakmu?” Kali ini Sodik penasaran.

“ Nah begitu dong. Nyambung.” Jono semangat.

“ Bapakku senyum karena keringatku sudah banyak tetapi belum berhasil.” Yo wis Jon, Bawa ke Pakde Ran sana! Kata bapakku.”

“ Nah, waktu aku bawa ke bengkel Pakde itu. Kurang dari 10 menit selesai.” Jono geleng-geleng.

“ Itu dia Jon pelajarannya. Orang berilmu sedikit bergerak saja hasilnya banyak. Kita yang keringatnya literan belum dapat apapun”. Sodik PD menyimpulkan.

“ Benar kata Pak Ical.” Jono memegangi kepalanya yang tidak pusing.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 27/5/2021. Hari ke-14 Syawal 1442 H

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *