banner 728x250

JonSo (54) Absen Terpagi

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

Sejak jam 06.00 pagi kurang grup kelas sudah penuh pesan. Para peserta didik rajin absen pagi-pagi memberitahu kehadiran di kelas daring. Banyak aneka emoji muncul pada setiap tanda absennya. Ini adalah penggambaran kondisi jiwa peserta didik yang dapat dipantau. Situasi pandemi Covid-19 memaksa pembelajaran daring sinkronous dan ansinkronous di sekolah JonSo.

banner 325x300

Bagi JonSo itu sama saja. Lha wong mereka tidak bisa mengikuti. Ini memaksa mereka harus mandiri dan kreatif dalam belajar. Di rumah JonSo bisa melakukan apa saja untuk kebaikan. Saatnya harus menentukan nasib sendiri terhadap pembelajaran.

“ Hari ini aku ikut Rahman saja belajarnya. Dia bergabung di grup kelas kita dik. Kawan-kawan kita banyak yang gawainya baru setelah lebaran ini. Kita sabar saja dulu ya?” Jono mencoba menghibur Sodik.

“ Ya, tidak apa-apa lah. Kita masih bisa ikut numpang sementara. Paling Covid-19 segera selesai juga.” Sodik tetap tenang saja.

“ Kata Pak Ical belajar daring itu semangatnya bisa belajar dari mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.” Jono masih tetap menyemangati.

Saat itu siang hari JonSo berembuk mencari cara terbaik untuk belajar. Siang itu suasananya mendung, iadi cuaca tidak menyengat. Jono masih mengenakan kaos lebaran pemberian orang tuanya. Walaupun sederhana tampaknya Jono sangat senang sekali.

“ Iya juga. Kita ini adalah generasi abad 21. Kita dituntut untuk belajar dengan menerapkan 4 Cs. (Critical, Creative, Collaborative). Selain itu kita dituntut juga menguasai Teknologi Informasi dan Komputer. Agak berat sepertinya.” Sodik tampak hati-hati berpendapat.

“ Kamu betul dik. Jangan sampai kita nanti menjadi bagian dari masalah bangsa. Kalaupun belum bisa menyelesaikan masalah, setidaknya tidak membuat masalah. Era digital adalah masalah kita hari ini. Kita harus belajar terus ini.” Jono bersepakat dengan Sodik.

“ Ya, tapi teknologi itu berbiaya Jon. Sementara kita alatnya saja belum ada. Semangat saja tidak cukup kan?” Sodik skeptis.

“ Memang itu masalah kita. Kita harus mencari jalan keluarnya. Aku berpikir bahwa menumpang adalah pemecahan masalah paling pendek yang bisa kita tempuh. Sembari mencari jalan lain.” Jono bijaksana kali ini.

Saat manusia menghadapi pandemi yang terlihat sepertinya mulai menerima. Termasuk JonSo Sekarang sudah tidak kaget. Namun masih tetap waspada. Kondisi pembelajaran daring memaksa mereka harus berinisiatif sendiri.

“Nanti kalau kita numpang gawai saat belajar, kita minta diabsenkan paling pagi ya dik!” Ajak Jono pada Sodik.

“ Kalau aku terserah yang punya. Asal ada diabsenkan sementara cukup. Sementara ini tanda hadir cukup sudah.” Sodik tampak pasrah.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 21/5/2021. Hari ke-10 Syawal 1442 H

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *