banner 728x250

JonSo (47) Semua Berputar

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi
Adakalanya semua harus berganti. Dari bayi menjadi anak-anak, kemudian menjadi pemuda, selanjutnya dewasa, menua, dan akhirnya pergi. Bahkan ada yang harus pergi sebelum tua. Semua pantas. Namun semua pasti melewati yang namanya waktu. Lebaran hari ke-2 Jono merenung, adakah hal istimewa sudah dicapai. Ia telah melalui waktu hampir lima belas tahun. Ia termenung di depan teras rumahnya. Pagi ini JonSo janjian akan pergi ke rumah Pak Ical. Salah satu gurunya yang kediamannya dapat dijangkau.
“Tin-tin.” Terdengar suara klakson sepeda motor dari depan halaman rumahnya. Sodik ternyata, ia sudah berpakaian rapi. Tidak lupa maskernya melekat di wajahnya. Jono terkejut padahal hari masih pagi. Mentari baru saja menyembul dari ufuk timur. Ini masih pagi, tetapi Sodik sudah datang. Ia belum bersiap sama sekali.
“ Aduh dik, paginya. Aku saja belum mandi ini. Ya sudah kamu masuk dulu. Itu sambil dimakan kue lebarannya. Enak lho, made in makku.” Jono menawari Sodik.
Seperti biasa Sodik tidak menjawab. Ia masih duduk di atas jok sepeda motornya. Ia mengamati sekeliling halaman rumah Jono. Ia belum menemukan apa yang dicari.
“ Kamu mencari apa dik? clingak-clinguk seperti ada yang hilang.” Jono penasaran.
Sodik mengulangi sekali lagi. Tetapi tidak menemukan yang dicari. Ia memberi isyarat pada Jono dengan menggosok-gosokkan kedua tangannya.
“Ohh. Itu. Tempat cuci tangan maksudmu?” Jono menebak.
Sodik mengangguk pelan. Memang, dia termasuk anak yang sangat patuh protokol kesehatan. Guru-guru dan kawann-kawannya mengakui itu. Walaupun tidak cukup pintar pada pelajaran teori, Sodik mempraktikkan penerapan protokol kesehatan dengan ketat. Walaupun itu untuk dirinya sendiri. Ia tidak peduli kepada yang mengejeknya. Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu, pikirnya.
“ Itu dik, kamu cuci tangan di kolam dekat parit depan itu. Ada sabunnya juga sudah.” Jono menunjukkan pada arah kolam. Memang bagi warga desa JonSo sarana mandi hanya berupa kolam dengan tutup terpal ala kadarnya. Itu masih umum bagi warga desa.
Setelah Sodik selesai mencuci tangan, giliran Jono menuju kolam. Di pundaknya nyampir handuk yang agak berusia lanjut. “ Kamu tunggu saja dulu. Jangan lupa dimakan kuenya. Ini lebaran.” Baik hati sekali Jono hari itu.
Beberapa saat kemudian Jono juga sudah terlihat rapi. Bajunya baru, Jono bersyukur lebaran ini orangtuanya membelikan baju baru untuknya. “ Kita duduk-duduk saja dulu di sini. Kayaknya masih terlalu pagi kalau kita berangkat sekarang.” Jono memberikan opsi pada Sodik.
“ Eh, Jon. Kamu sadar tidak?” Tetiba Sodik bertanya sambil duduk di depan Jono. Ia memilih duduk agak jauh. Sekitar dua meter di depan Jono.
“ Sadar?” Jono bingung.
“ Kalau waktu itu berputar?” Lanjut Sodik pendek.
Jono,” ?????”
Singam Raya, Katingan, Kalteng. 14/5/2021. 2 Syawwal 1442 H.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *