banner 728x250

JonSo (45) Bersiap Lebaran

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

Ramadan menjelang hari-hari akhir. JonSo sore ini masih ngabuburit di sawah. Memang tidak ada pilihan tempat lain. Sawah, sungai, dan hutan, tempat-tempat JonSo berhibur menunggu berbuka puasa.

banner 325x300

Ada harapan sekaligus kekhawatiran bagi JonSo menghadapi lebaran kali ini. Seperti tahun kemarin praktis JonSo hanya berdiam di rumah saja. Jika seperti itu lagi, maka bayangan kemeriahan lebaran tidak akan ada lagi. Takbir keliling dilarang, Salat Ied juga, kunjungan ke rumah-rumah apalagi. “Lebaran dalam kesepian” pikir JonSo.

“ Apa harapanmu lebaran kali ini Jon?” Tanya Sodik saat mereka duduk-duduk di gubuk sawah bapaknya Jono.

“ Kalau aku lebaran itu makan-makan. Asalnya kita tidak boleh makan dan minum saat Ramadan. Lebaran boleh kembali makan.” Jawaban Jono spontan.

Selamat merayakan hari raya Idul Fitri tahun 1442 H. JonSo, kawan-kawan berharap lebaran kali ini lebih baik. Ada peningkatan kebaikan yang dilakukan. Wabah pandemi covid-19 segera berlalu.

“ Kalau kamu lebaran makan-makan. Memang kalau tidak lebaran tidak makan ya Jon? Harapan itu yang agak berkelas sedikit begitu lho.”Dede menyahut.

“ Eh, iya. Katanya Ramadan itu bulan latihan. Syawwal bulan kemenangan. Apa betul itu de?” Jono agak serius kali ini.

“Ramadan itu bulan kewajiban bagi kita untuk berpuasa. Allah perintahkan kita yang beriman. Tujuannya agar kita menjadi pribadi yang bertakwa.” Sodik juga ikut serius.

JonSo dan kawann-kawannya bersiap menyambut lebaran kali ini. Lebaran dalam sejarah di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19. Kali kedua bagi mereka lebaran dalam suasana tersekat protokol kesehatan pemerintah. Namun mereka optimis Ramadan ini mereka telah belajar tentang nabi Yusuf. Walaupun belum selesai.

“ Kalau kamu ,dik. Apa resolusimu pada lebaran kali ini?” Tanya Dede tiba-tiba.

Seperti biasa Sodik tidak langsung menjawab. Ia selalu berpikir dulu sebelum menjawab. Sambil memastikan kalau memang ia paham pertanyaannya.

“Maksudmu de? Resolusi? Kata apa itu?” Sodik membalas dengan pertanyaan bertubi-tubi.

“Kalau di Kamus Besar Bahasa Indonesia itu bermakna pernyataan tertulis. Ia berisi tuntutan. Aku tanya kamu, apakah kamu menuntut dirimu sendiri setelah Ramadan ini?”

“ Oh. Itu. Aku tahu bahwa diriku banyak alpa dan salah. Baik kepada Allah SWT maupun sesama manusia. Ramadan ini semoga Allah menerima taubatku. Selaniutnya aku minta maaf kepada sesama manusia. Bapak dan ibuku pastinya. Mereka mengasuh dan membesarkanku. Aku wajib meminta maaf pada mereka. Kepadamu juga ya, Jon, de, dan Yoga.” Kali ini jawaban Sodik panjang sangat.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 12/5/2021. Hari ke-30 Ramadan 1442 H. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Dari JonSo dan kawann-kawannya. Mohon maaf atas semuanya. Teruntuk pelajar sedunia. JonSo juga berdoa semoga saudara Muslim di Palestina dikuatkan Allah SWT.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *