banner 728x250

JonSo (44) Pingin Seperti Nabi Yusuf (20)

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Aku iba sekali dengan nabi Yakub. Matanya sampai memutih, karena terus-menerus menangis. Kehilangan dua putra yang disayangi memerlukan kesabaran.” Jono tetiba saja berkomentar. Entah dia meresapi kisahnya, atau yang lain.

banner 325x300

Sudah hampir habis waktu Ramadan. Namun kisah nabi Yusuf masih belum selesai. JonSo berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikannya. Masih sama hari-hari akhir Ramadan  terasa sangat terik. Berawan sebentar lalu pergi lagi. JonSo terus berkejaran dengan waktu. Ahh hanya panas matahari, kalau neraka bagaimana ya? Pikir mereka.

“ Kamu tahu tidak Jon? Para saudara tuanya nabi Yusuf justru menyalahkan ayahnya(nabi Yakub). Mereka berkata, “ Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya memikirkan Yusuf, sehingga engkau mengidap penyakit yang berat, atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa.” (QS. Yusuf:  85)”

“ Kalau sudah hatinya membatu ya keras, dik. Rasa iri pada saudara itulah penyebabnya. Jadi aku tidak heran bila mereka justru menyalahkan ayahnya sendri.” Jono merefleksi dirinya.

Kisah nabi Yusuf ini benar-benar menginspirasi JonSo dan kawan-kawan sekolah yang sama. Sebuah kisah yang dapat menjadi bahan pelajaran kehidupan. Banyak kawan JonSo mulai tersadar bahwa kesuksesan itu ada usaha yang mengiringinya. Dan yang tidak kalah penting adalah pertolongan Allah SWT.

“ Lantas bagaimana selanjutnya dik?”

“ Sebenarnya nabi Yakub mengetahui apa yang terjadi. Dia menahan amarahnya kepada putra-putranya. Nabi Yakub hanya mengadukan masalahnya kepada Allah semata.” Sodik menjelaskan.

“ Kemudian dia (Yakub) memerintahkan kepada anak-anaknya untuk mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya. Ia juga meminta kepada mereka agar tidak berputus asa. Karena yang berputus asa adalah orang-orang yang kafir.” Sodik fasih bercerita.

Matahari mulai meredup. Itu pertanda waktu magrib sebentar lagi akan tibam JonSo masih asyik berbagi kisah tentang nabi Yusuf. Mereka hendak segera tahu akhir dari cerita ini.

“ Ayo dik. Dipercepat ceritanya. Nanti keburu magrib.” Jono tidak sabar.

“ Maka ketika para saudara nabi Yusuf telah sampai di Mesir, mereka berkata,” wahai Al-Aziz, sesungguhnya kami dan keluarga kami sedang ditimpa kesengsaraan. Dan kami membawa barang-barang yang tidak berharga,  maka penuhilah jatah (gandum) kami dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS. Yusuf;88)

“ Mereka kembali lagi ke Mesir untuk mencari jatah gandum. Apakah mereka diberi oleh nabi Yusuf?” Jono mengejar.

“ Ya, nabi Yusuf berkata,” apakah kamu tahu kejelekan yang kamu perbuat atas Yusuf dan saudaranya? Karena kamu tidak menyadari akibat dari perbuatanmu itu?”

“ Jadi apakah engkau benar Yusuf?” Saudara nabi Yusuf bertanya.

“ Ya, aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami.”

“Akhirnya saudara-saudara nabi Yusuf mengakui kesalahannya. Mereka juga menyadari bahwa nabi Yusuf memiliki kelebihan dari pada mereka.”

“ Sudah habis kisahnya, dik?” Jono berharap ini bagian akhir.

“ Belum.” Jawab Sodik pendek.

“ Lah. Masih berlanjut???.” Jono agak kecewa.

Singam Raya, Katingan, Kalteng. 11/5/2021. Hari ke-29 Ramadan 1442 H.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *