banner 728x250

JonSo (43) Pingin Seperti Nabi Yusuf Lagi (19)

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Moh. Anis Romzi

Mendung tetapi tidak hujan. Suasana Sore ini kadang panas dan sebaliknya. JonSo membayangkan andai puasa di gurun pasir seperti apa rasanya. Rasa haus pasti akan dominan. Ini Indonesia lho, bulan Mei masuk awal musim kemarau hawa panasnya membuat JonSo sedikit terkaget. Orang-orang bilang ada perubahan iklim, sehingga tidak mengenal musim lagi dengan bulan tertentu. Ya sudahlah, apapun kondisinya puasa harus tetap dijalankan.

banner 325x300

“ Setelah permintaan saudara yang paling tua tidak disetujui, bagaimana kelanjutannya dik?” Jono siang agak sore itu memulai percakapan. Masih setia dengan kisah nabi Yusuf.

Para petani masih bertahan di sawah. Saat ini adalah musim perawatan, setelah penanaman selesai. Bagi yang menanam dengan model tabela (tabur benih langsung) maka ini saatnya pandah. Istilah para petani di desanya JonSo. Yakni kegiatan menyulami tanaman. Terkadang karena tidak tumbuh atau tanaman padinya tumbuh tidak rata.

“Nabi Yusuf menyuruh mereka kembali ke desanya. Ia juga meminta kepada mereka untuk mengatakan kepada ayahnya,” Wahai ayah kami sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak mengetahui di balik itu.”(QS. Yusuf: 81)

“ Saya yakin ayah mereka pasti sangat marah. Ini karena kedua kalinya mereka mengecewakannya. Padahal anak-anaknya yang tua telah berjanji untuk menjaga Bunyamin.” Jono sok tahu lagi.

Sodik hanya diam saja. Kawan-kawannya yang lain pun melihat ke arah Jono. Ia sangat percaya diri sekarang. Dede dan Yoga kawan yang tersisa juga sedikit heran pada perubahan yang terjadi pada Jono.

“Heh, ada yang salah denganku?” Jono menjadi salah tingkah.

“Tidak ada Jon, hanya …” Yoga tidak meneruskan.

“ Nabi Yusuf melihat bahwa para saudaranya seperti tidak percaya apa yang terjadi. Dia berkata,” Dan tanyalah kepada penduduk tempat kami berada, dan kafilah yang bersama kami. Dan kami adalah orang yang benar.” (QS. Yusuf:82). Sodik angkat bicara.

“Mungkin para saudara tuanya mulai curiga ya, dik?” Dede mengklarifikasi.

Sodik melanjutkan, ”Akhirnya saudara-saudara nabi Yusuf kembali ke kampungnya. Sesampainya di sana disampaikanlah apa yang terjadi kepada nabi Yakub (ayahnya). Nabi Yakub berkata,” Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan yang buruk itu. Maka kesabaranku adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan semuanya kepadaku. Sungguh Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” QS. Yusuf:83.

“ Nabi Yakub sangat bersedih. Bahkan saking sedihnya, matanya sampai memutih karena terus-menerus menangis. Nabi Yakub diam menahan amarahnya kepada putra-putranya. Sekaligus menyimpan duka pada Yusuf dan adiknya.” Sodik tetap setia bercerita.

“Bagaimana tidak bersedih. Nabi Yakub kehilangan dua putra yang disayanginya. Andaikan aku bisa gila mungkin.” Kali ini Jono berempati.

Singam Raya, Katingan, Kalteng. 10/5/2021,  Hari ke-28 Ramadan 1442 H

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *