dome buildings during golden hour

JonSo (33) Pingin Seperti Nabi Yusuf (11)

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Nabi Yusuf telah dibebaskan dari tuduhan kesalahan. Dan ia diangkat menjadi orang dekat raja Mesir. Itu karena nabi Yusuf mampu menakwilkan mimpi sang raja. Memang nabi Yusuf diangkat menjadi apa dik di kerajaan Mesir?” Jono mengejar kisah nabi Yusuf.

Sodik masih tetap diam dan belum mau bicara. Ia tertegun melihat tanaman padi di sawah bapaknya. Persawahan mulai mengering kekurangan air. Sepertinya ini benar-benar akan kemarau.  Beberapa petani yang lain sudah mulai memaksa menaikkan air dari sungai. Mereka menggunakan alat cerobong untuk menyedot air dengan mesin traktor tangan.

“Ayolah dik, kenapa kamu diam saja? Apakah kamu sakit?” beruntun Jono mencecar pertanyaan pada Sodik.

Sodik menarik nafas panjang. Ia berpikir kalau harus menaikkan air ke sawah, pasti akan memerlukan biaya tambahan. Serendah-rendahnya solar untuk bahan bakar mesin traktor. Sementara bapaknya tidak memiliki alatnya. Kalau harus menyewa biaya pasti lebih tinggi. “ Ah susahnya jadi petani.” Pikirnya.

“ Aku Ra Popo.” Jawab Sodik singkat.

 Musim kemarau akan segera datang. Kalau nanti keburu air laut masuk, bisa gagal panen. Itu beberapa pengalaman para petani di desa JonSo. Terkadang dilema harus dihadapi petani persoalan air ini. Mereka sering mengatakan,” kita ini diatur air, tidak mengatur air.” Pasalnya desa JonSo terletak di daerah pesisir.

“ Kalau tidak apa-apa, ayo lanjutkan ceritanya!” Jono memaksa.

“ Nabi Yusuf dibawa menghadap raja Mesir. Ia diberi kedudukan dan boleh tinggal di mana saja yang disuka. Dia (Yusuf) meminta agar dijadikan bendahara negara. Itu karena nabi Yusuf merasa mampu dan berpengetahuan.” Sodik melanjutkan ceritanya.

“Jon, sebenarnya aku agak khawatir kondisi cuaca saat ini. Seperti di kisah nabi Yusuf, nanti panen bapak kita gagal. Musim kemarau datang lebih awal dari biasanya. Kamu sadar tidak?”

“ Tidak. Repot mikirnya. Biarkan para orang tua kita saja yang melakukannya.” Jono acuh.

Sodik terlihat tidak suka dengan perilaku Jono. Dia berusaha untuk mengajak peduli pada kepayahan orang tua, namun nihil hasilnya. Jono masih tanpa beban. Sodik berpikir sudah saatnya bagi JonSo untuk tumbuh lebih baik. Tidak hanya menjadi beban orang tua saja. Sodik bergeming, tidak bicara lagi.

Sementara itu Jono yang sedari tadi tidak peduli mulai menoleh. Ia merasa ada yang aneh terjadi pada Sodik. Apakah ada yang salah dengan yang dilakukannya? Sehingga Sodik kembali membisu.

“ Ya deh, dik. Aku ikut kamu saja. Tapi kisah nabi Yusuf tetap lanjut ya?” Jono merayu Sodik.

“ Setelah beberapa tahun lamanya. Mimpi raja Mesir menjadi kenyataan. Negara di sekitar Mesir terjadi paceklik. Para saudara nabi Yusuf datang ke Mesir untuk mencari gandum. Nabi Yusuf mengenali mereka sebagai saudaranya, namun tidak dengan mereka.” Akhirnya Sodik membuka suara.

“ Oooo….” Jono hanya melongo.

Jaya Makmur, Katingan, 30/4/2021. Hari ke-18 Ramadan 1442 H

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *