dome buildings during golden hour

JonSo (32) Pingin Seperti Nabi Yusuf (10)

Oleh: Moh. Anis Romzi

“ Kelihatannya lebaran ini nanti bakalan sepi ya? Kalau di TV itu orang tidak boleh bepergian. Pastinya mengunjungi sanak saudara juga tidak boleh.”  Dede membahas lebaran kedua tidak biasa. Di bawah bayang-bayang covid-19.

“Lebaran banyak dinanti. Ia adalah hari kemenangan bagi yang berpuasa. Perihal ramai ataupun tidak ya biar.” Sodik tidak peduli.

“ Sepertinya ini seperti tanda-tanda akan kemenangan nabi Yusuf kan? Setelah melalui berbagai macam ujian. Aku sudah tidak sabar menunggu akhir ceritanya, dik” Jono mengarahkan pembicaraan pada kisah nabi Yusuf.

“ Tidak selamanya hidup itu susah terus. Ada masanya sesudah kesulitan akan datang kemudahan.” Dede yakin dengan ucapannya.

“ Ayo dik, lanjutkan ceritanya!” Jono sulit sabarnya.

“ Nabi Yusuf telah menjelaskan maksud mimpi raja Mesir. Dan takwil mimpi dari nabi Yusuf dapat diterima sang raja. Namun nabi Yusuf meminta pertanggung jawaban para wanita yang melukai tangannya sendiri.” Sodik mulai.

Dia (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu)” bagaimana keadaanmu ketika menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?” Mereka berkata,” Maha Sempurna Allah, kami tidak mengetahui keburukan darinya.” Istri al-Aziz berkata,” sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.”(QS. Yusuf: 51) Sodik melanjutkan.

“ Akhirnya, terkuaklah kebenaran itu. Senang aku mendengarnya.” Jono mulai tersenyum kali ini.

“ Terus lagi dik,”

“ Yusuf berkata,” yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak menghianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.”

“ Dan aku pun tidak menyatakan bahwa diriku bebas dari kesalahan. Karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong pada kejahatan. Kecuali nafsu yang diberikan Rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

“ Dia (raja) berkata,” dan bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat kepadaku.” Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengannya, dia (raja) berkata,” sesungguhnya kamu mulai hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami, dan dipercaya.”(QS. Yusuf:54)

“ Hari itu Yusuf telah terbebas dari segala tuduhan. Sekaligus ia mengaku tidak sepenuhnya bebas dari salah. Itulah yang membuat raja Mesir percaya. Dia mengangkat nabi Yusuf menjadi orang dekatnya.” Sodik merinci.

“ Berarti kisahnya sudah selesai dik?” Jono berharap itu adalah bagian akhir dari kisah nabi Yusuf.

“ Belum Jon. Nabi Yusuf tidak serta-merta menerima kedudukan itu. Bahkan nabi Yusuf meminta untuk diangkat menjadi bendahara negara. Saya pikir itu adalah bagian rencana Allah terkait dengan takwil mimpi raja Mesir.

“Ooh…. Masih ada lanjutannya lagi?” Jono berubah lagi mukanya. ‘ Sayur’

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng . 29/3/2021. Hari ke-17 Ramadan 1442 H.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *