gray pyramid on dessert under blue sky

JonSo (31) Pingin Seperti Nabi Yusuf (9) Lagi
Oleh: Moh. Anis Romzi
“Ternyata panjang ya, kisah nabi Yusuf? Sampai berbabak-babak. Namun menarik untuk didengarkan. Dramatis sekali.” Komentar Jono ketika mendengarkan penjelasan kisah nabi Yusuf.
“ Kisahnya dapat menjadi bahan pelajaran kehidupan.. Kamu merasa apa tidak Jon, kalau nabi Yusuf tidak melalui masa-masa yang mudah untuk mencapai keberhasilan. Sampai dengan saat ini nabi Yusuf terus diuji. Mulai dikucilkan saudara, dibuang, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjarakan. Berat sekali ujiannya.” Dede pun ikut berkomentar.
“ Iya. Untuk berhasil kayaknya mesti melalui ujian yang berat. Kita ujian ringan di sekolah saja kesulitan. He-he….” Jono mulai tersadar sepertinya.
“ Ayo dik! Lanjutkan kisahnya lagi. Kemarin nabi Yusuf menakwilkan mimpi raja Mesir dari penjara. Tujuh ekor sapi betina yang gemuk, kemudian dimakan tujuh sapi betina yang kurus-kurus. Pun tujuh tangkai gandum yang hijau dengan tujuh tangkai gandum yang kering. Kira-kira raja Mesir setuju apa tidak dengan penjelasan mimpinya itu?” Jono memaksa Sodik.
“Dia Yusuf berkata;” Agar kamu bercocok tanam selama tujuh tahun berturut-turut sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah sedikit untuk kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapi di tahun-tahun sulit, kecuali sedikit (bibit gandum) yang kamu simpan.”(QS. Yusuf:47-48). Dede menjelaskan kepada Jono.
Sementara itu Sodik bergeming. Ia masih tenang saja duduk di gubuk tepi sawah sambil menatap tanaman padi yang mulai tumbuh.
“ Tunggu dulu. Mari kita ingat-ingat bersama-sama. Pak Ical kemarin mengatakan bahwa dari sinilah mulai tanda-tandanya nabi Yusuf akan memberi pengaruh besar pada kerajaan Mesir.” Sodik mengajak kedua kawannya untuk berpikir.
“ Ya sepertinya begitu. Tapi bagaimana dengan takwil mimpi raja Mesir yang telah dijelaskan nabi Yusuf?” Jono sering tidak sabar menunggu dijelaskan.
“ Sang raja Mesir berkata,” bawalah dia kepadaku” ketika utusan itu datang kepadanya.
“ Dan nabi Yusuf berkata,” kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana hal perempuan-perempuan yang melukai tangannya sendiri. Sungguh Tuhanku mengetahui tipu dayanya mereka. QS. Yusuf: 50” Sodik kali ini menjelaskan.
“ Berarti nabi Yusuf masih dendam ya, atas kejadian yang membuatnya di penjara?” Jono meminta klarifikasi.
“Walaupun nabi, ia juga memiliki rasa seperti manusia biasa pula. Dalam ilmu tauhid dasar disebut dengan sifat-sifat kemanusiaan. Seperti rasa lapar, haus, mengantuk dan sejenisnya. Namun sebagai nabi ia tetap dalam bimbingan Allah SWT.” Dede giliran menjelaskan.
“Kalau aku jadi nabi Yusuf juga akan melakukan hal yang sama. Siapa saja yang menzalimi, aku akan balas.” Jono membusungkan dada.
“ Untung kamu bukan nabi Yusuf Jon. Ya jadinya tidak bisa membalas.” Sergah Sodik pendek.
Jono,” ????….”
Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 28/4/2021. Hari ke-16 Ramadan 1442 H.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *