banner 728x250

JonSo (26) Pingin Seperti Nabi Yusuf (5)

gray pyramid on dessert under blue sky
Photo by David McEachan on <a href="https://www.pexels.com/photo/gray-pyramid-on-dessert-under-blue-sky-71241/" rel="nofollow">Pexels.com</a>
banner 120x600
banner 468x60

JonSo (26) Pingin Seperti Nabi Yusuf (5)
Oleh: Moh. Anis Romzi
“Aku nanti sore ikut ke sawah ya JonSo? Ngabuburit, bosan di rumah. Kalau banyak temannya pasti segera azan magrib nya.” Dede tetiba berminat bergabung dengan JonSo.
“ Ya boleh. Tapi tumben de kamu mau main sama kami. Jarang-jarang bisa bermain dengan ketua kelas kita dik. Kamu tidak akan mengerjai kami kan?” Jono skeptis pada Dede.
Sore harinya JonSo telah datang di tempat biasa mereka bertemu. Di sebuah gubuk tepi sawah milik orangtuanya Jono. Dede belum terlihat datang. Angin persawahan yang sejuk membuat rasa haus sangat berkurang. Suasana sangat menguntungkan mereka yang sedang berpuasa. Walaupun terik, hembusan angin mendinginkan. Sekitar sepuluh menit kemudian terlihat Dede muncul di depan JonSo.
“ Eh ya dik. Kemarin kita kan masih berbagi kisah tentang kejadian di keluarga majikan nabi Yusuf. Terakhir bahwa kabar kejadian majikan wanita yang menggoda terdengar di seluruh kota Mesir. Pasti ini menjadi bahan gunjingan. Kaya di kampung kita.” Jono membuka pembicaraan.
“Ooo… Itu kisah yang diceritakan Pak Ical saat PPK kemarin ya. Bagus kisahnya.” Dede nimbrung.
“ Iya, para wanita di kota Mesir menjadikan kejadian itu sebagai bahan gunjingan. “Dan perempuan-perempuan di kota berkata,” istri al-Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang ia dalam kesesatan yang nyata.”(QS. Yusuf;30)” Sodik menjelaskan.
“ Aku pikir pasti para wanita-wanita itu belum pernah melihat dan bertemu nabi Yusuf. Orang yang mereka sebut sebagai pelayan itu.” Dede menambahkan.
“ Terus dik, apakah majikan perempuan nabi Yusuf diam saja?” Jono meminta kisah itu dilanjutkan.
“ Biar aku yang melanjutkan dik!” Dede percaya diri.
“Ya, silakan de. Sejak kemarin aku terus yang diminta untuk mengingat-ingat cerita yang disampaikan Pak Ical.” Sodik setuju pada Dede.
“ Oke. Setelah majikan perempuan nabi Yusuf mendengar gunjingan dari wanita-wanita di kota, maka ia mengundang mereka ke rumahnya. Para wanita itu disediakan tempat duduk, jamuan, dan pisau untuk menikmati jamuan. Kemudian ia memanggil nabi Yusuf untuk keluar.” Keluarlah dan tampakkan dirimu kepada mereka.” Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona. Seraya tanpa sengaja melukai tangannya sendiri sambil berkata,”Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini benar-benar malaikat yang mulia.”
“Wau, sampai begitu? Berarti nabi Yusuf itu benar-benar sangat tampan.” Jono pun juga merasa heran.
“Iyalah. Maka kemarin sudah dibilang. Kok lupa lagi to, Jon. Kemudian majikan perempuan nabi Yusuf berkata, ”Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sungguh aku telah menggodanya untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia menolak apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina.” (QS. Yusuf:32)
“ Kejam!” komentar Jono singkat.
Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 23/4/2021. Hari ke-11 Ramadan 1442 H. Selamat Hari Buku sedunia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *