banner 728x250

JonSo (22) Pingin Seperti Nabi Yusuf

banner 120x600
banner 468x60

JonSo (22) Pingin Seperti Nabi Yusuf
Oleh: Moh. Anis Romzi
“Jon, apakah kamu tahu orang paling ganteng? Kemarin aku mendengar Pak Ical bercerita tentang itu.” Sodik membuka percakapan.
“ Ya aku tahu. Nabi Yusuf kan?” Jono langsung menyambar. Tampaknya Jono faham dengan kisah yang diceritakan Pak Ical saat kegiatan PPK kemarin.
Salah satu tema dari kegiatan PPK Relijius kemarin adalah kisah inspiratif. Diharapkan para peserta didik dapat meneladani sifat mulia para nabi. Pun JonSo juga terlihat aktif dalam kegiatan tersebut. Salah satu kisah yang menarik bagi keduanya adalah kisah nabi Yusuf.
“Dik, awal kisah dari nabi Yusuf kemarin bagaimana sih? Aku agak lupa-lupa.”
“Sebentar aku ingat-ingat dulu. Pertama Pak Ical bercerita perihal nabi Yusuf yang bermimpi. Ia bercerita kepada ayahnya nabi Yakub.” Wahai ayah, sungguh aku telah (bermimpi) melihat sebelas bintang, bulan, dan matahari; kulihat semuanya bersujud kepadaku.” Dia ayahnya berkata,” wahai anakku, jangan engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya untuk (membinasakan)mu, sungguh setan itu musuh yang nyata bagi manusia.” Sepertinya itu Jon, pembuka kisah nabi Yusuf. Memangnya kenapa?” Sodik balik bertanya.
“ Oh, iya aku mulai ingat. Nabi Yusuf itu mempunyai sebelas saudara ya?” Jono memaksa Sodik untuk memanggil ingatannya.
“ Sepertinya begitu. Dan saudara-saudara nabi Yusuf memang punya niat jahat kepadanya. Mereka merasa iri, karena merasa kalau ayahnya lebih menyayangi nabi Yusuf daripada mereka.” Sodik tampak lancar kali ini.
“Tolong dik, ceritakan lagi. Apa rencana jahat saudara-saudara nabi Yusuf. Pada bab itu aku tidak mendengarkan, he-he.” Jono tersenyum.
“ Pak Ical kemarin berkisah bahwa saudara-saudara nabi Yusuf merasa ayah mereka telah keliru. Ayah kita lebih menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin. Ayo kita bunuh saja Yusuf. Kata salah seorang saudara kepada yang lain.”
“ Ih, ngeri ya dik. Masa dengan saudara sendiri hendak membunuh.” Jono menunggu lanjutan kisah dari Sodik.
“Jangan! Kata saudaranya yang lain. Kalau kita membunuh Yusuf nanti bisa ketahuan. Buanglah Yusuf ke dasar sumur. Siapa tahu nanti ada musafir yang memungutnya. Seseorang dari saudara-saudara Yusuf berkata.”
“ Terus yang mana yang mereka lakukan untuk menghilangkan nabi Yusuf?” Jono jadi pewawancara andal kali ini.
“ Nah ini, dasar kamu Jon. Kenapa saya yang jadinya bercerita? Maka kita berdua sama- sama mendengarkan.” Sodik terlihat kesal.
“Alah, tidak apa-apalah dik. Nanti kita cocokkan pendengaran kita perihal kisah nabi Yusuf ini.” Jono keluar gengsinya.
“ Kata Pak Ical yang aku ingat, saudara-saudara nabi Yusuf meminta izin kepada ayahnya untuk mengajak nabi Yusuf bermain. Mereka berjanji akan menjaganya. Namun sebenarnya nabi Yakub (ayah mereka) agak ragu untuk memberikan izin.”
“Terus-terus?” Jono penasaran.
“Terus kita lanjutkan besok saja. Ha-ha.” Sodik tertawa. Ia menang kali ini.
Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 19/4/2021. Hari ke-8 Ramadan 1442 H

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *