JonSo (16) Sambut Ramadan 1442 H

Oleh: Moh. Anis Romzi

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak-anak sekalian selama tiga hari ke depan kita libur khusus puasa. Jadi silakan di rumah membantu orang tuanya. Sekaligus menyiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan Ramadan mulia.” Pak Ical memberikan pengumuman saat kultum setelah jamaah salat Zuhur.

“ Lho pak. Maka kita baru masuk satu hari ini. Kok sudah libur lagi.?” Keluh Dede.

“ Kemarin kami di rumah sudah lama sekali. Eh sekarang dirumahkan lagi.” Santi berbisik. Hampir sama keluhannya dengan Dede.

“ Di rumah tidak asyik. Saya tidak punya teman bermain. Ini bakalan sepi lagi.” Masih di nada yang sama suara Dede tidak bersemangat.

JonSo tetap tenang mendengarkan tanpa ekspresi.. Kawan-kawannya gelisah perihal libur awal Ramadan keduanya masih belum bereaksi.

“ Oh ya. Anak-anak sekalian. Biasanya di kampung kalian apa saja yang dilakukan untuk menyambut Ramadan. Sodik bisa bercerita?” Pak Ical langsung menunjuk kepada Sodik. Maksud Pak Ical agar ia terlibat aktif dalam kultum.

Sodik yang baru menyadari menjadi sasaran tanya Pak Ical salah tingkah. Ia tidak mengira Pak Ical akan menunjuknya. Seperti wajib bagi Sodik, ia tidak langsung menjawab. Ia menoleh kanan-kiri dahulu sebelum memberi tanggapan. Perlu waktu yang agak lama untuk Sodik memberikan respon.

“ Emmm…. Itu pak. Biasanya ada kerja Bhakti di Musala dekat rumah. Banyak anak-anak yang ikut sambil bermain. “ Sodik mulai memberikan jawaban.

“Bagus Sodik jawabannya. Banyak warga desa yang sukarela membersih masjid dan Musala untuk sarana ibadah salat pada bulan Ramadhan. Salat tarawih khususnya.” Pak Ical menyemangati Sodik

“Itu pak, kalau sore mau Ramadan, kuburan juga sangat ramai? Kenapa ya?” Tetiba Jono bertanya.

“Bapak saya juga mengajak saya pergi ke makam. Bapak membawa sabit, bunga dan buku doa-doa kecil.” Jono menambahkan.

Belum sempat terjawab pertanyaan Jono. Santi menyusul.” Kalau saya kemarin membawa berkat ke masjid. Ibu menyuruh saya. Kemudian pak ustaz membaca doa-doa juga.”

“Jono, Santi, dan anak-anak sekalian. Ada banyak ragam cara menyambut datangnya bulan Ramadan yang mulia ini. Ramadan adalah bulan pelatihan menuju ketakwaan. Dalam Islam Ramadan adalah penghulunya bulan. Dalam tradisi masyarakat di tempat kita ini saja ada beberapa. Dimulai dari jawaban Sodik tadi. Masjid, Musala banyak yang berbenah. Setidaknya ditingkatkan kebersihannya khusus untuk menyambut Ramadan. Kemudian tradisi berkaitan seperti yang dilakukan Santi. Masyarakat kita ada yang menyebutnya dengan megengan. Yakni mengagungkan kehadiran Ramadan dengan bersedekah makanan dengan membaca doa.” Pak Ical menjelaskan satu persatu.

“ Tradisi yang adalah seperti yang dilaksanakan Jono. Banyak orang yang melakukan seperti yang dilakukan Jono dan bapaknya. Ziarah kubur mendoakan arwah para leluhur yang telah meninggal. Biasanya disertai dengan membersihkan area pemakaman.”

“Semua kegiatan di atas adalah gambaran rasa syukur dan gembira atas datangnya bulan suci Ramadan. Barangsiapa yang bergembira akan datangnya bulan suci Ramadan akan diharamkan jasadnya di neraka. Apalagi yang gembira lagi beramal kebajikan.” Pak Ical menyimpulkan penjelasannya.

“Selamat menjalankan ibadah Puasa ya. Semoga kita semuanya dapat menjadi pribadi yang bertakwa.” Pak Ical menutup kultum siang itu.

Singam Raya, 13/4/2021. 1 Ramadan 1442 H.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *