Oleh: Moh. Anis Romzi

“Alhamdulillah, Bapak kita mendapat kabar gembira. Sekolah kita mendapatkan penghargaan tingkat nasional.” Teriak Pak Saiful. Salah satu pendidik di SMPN 4 Katingan Kuala. Ia menyusul saya ke dalam kelas. Saat itu saya masih mengajar di kelas 9A. Dengan wajah gembira ia mengulangi berita gembira yang diterimanya.

“ Saya tidak sengaja membuka-buka akun instagram saya. Ternyata ada nama sekolah kita. Kita menjadi juara nasional.” Tambah Pak Saiful. Saya pun ikut bergembira sekali. Saya menghentikan sebentar mengajar di kelas. Saya melihat dengan saksama foto yang ditunjukkan di bawahnya.

Saya hampir tidak percaya. Mungkinkah sebuah sekolah di pedalaman mampu berprestasi di tingkat nasional? Entah apa kriterianya. Saya mencoba menggali informasi dari Pak Saiful perihal foto-foto peserta didik kami yang telah dikirim.

“ Saya tidak sabar ingin menyampaikan kabar gembira ini. Tadi tidak sengaja saya membuka instagram. Sekolah kita masuk salah satu dari penerima penghargaan.”

Rasa bahagia, haru, sekaligus terkejut menjadi satu. Andaipun dilukiskan dengan kata-kata rasanya tidak akan terwakili. Namun tulisan ini setidaknya dapat bercerita tentang kebahagiaan kami atas prestasi yang tidak terduga ini. Saya pun jadi ikut tidak sabar untuk membagikan berita gembira ini. Dalam waktu singkat seluruh akun media sosial saya penuhi dengan kabar ini. Euforia kemenangan sesaat yang membahagiakan.

Ini adalah penghargaan tingkat nasional pertama untuk SMPN 4 Katingan Kuala. Sejak didirikan 2014 memang belum pernah merasakan prestasi tingkat nasional atas nama sekolah. Kalau pendidiknya beberapa kali telah meraih penghargaan tingkat nasional. Ya, Pak Saiful tadi. Tahun 2019 ia menjadi juara 1 lomba menulis artikel Hari Guru Nasional yang diselenggarakan PB PGRI. Ia langsung bertemu dengan Mas Menteri Nadiem A. Makarim untuk menerima penghargaan.

Sebenarnya penghargaan ini adalah karya tangan Pak Saiful tadi. Ia yang bersusah payah mengumpulkan foto-foto karya peserta didik SMPN 4 Katingan Kuala. Selain itu Pak Saiful juga membuat narasinya. Kemudian ia mengirimnya ke panitia lomba tanpa ada yang mengetahui sebelumnya. Bekerja dalam diam yang membawa berkah untuk semua.

Sekadar mengingat semangat menyala dari tepian. Walau kecil teruslah. Lakukan inovasi walaupun sederhana. Inovasi bukan semata teknologi. Ia dapat juga berupa gagasan penyelesaian masalah. Bahwa dalam sebuah proses pendidikan khususnya pasti bertemu dengan itu. Cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikannya inilah bagian dari kecerdasan. Inilah yang akan melahirkan inovasi untuk satuan pendidikan.

Saat yang tepat untuk merefleksi perjalanan SMPN 4 Katingan Kuala. Bahwa penghargaan ini sesuatu yang patut disyukuri. Cara mensyukuri adalah dengan menjaga nilai dari hasil lomba. Ini adalah prestasi yang menggambarkan sebuah proses pembelajaran. Hal-hal baik yang telah dilakukan harus dipertahankan. Bahkan perlu ditingkatkan untuk kegiatan pada tahun yang akan datang. Jika ini diaplikasikan Allah janjikan tambahan nikmat. Janji-Nya pasti benar.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Penting untuk terus berusaha. Kesuksesan, hasil, hadiah atau apapun namanya adalah ikutan. Ini penting untuk berorientasi pada proses. Sebuah keberhasilan secara umum tidak ada yang datang tiba-tiba. Ia memerlukan usaha. Sebuah usaha yang didasari ikhlas hanya Dia yang berhak membalas. Boleh jadi bahwa kegagalan akan dialami. Tanda keikhlasan adalah mengulangi usaha yang gagal. Tetap berusaha karena-Nya adalah yang tertinggi.

Hadiah atau penghargaan bukanlah tujuan, tetapi sarana penyemangat. Terima kasih jerih payah SMPN 4 Katingan Kuala telah dihargai.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng.  6  Desember 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *