banner 728x250

Itiba’ Rasul Mulia

banner 120x600
banner 468x60

MaryatiArifudin, 18 Ramadhan 1442

Sungguh sebaik-baik perkataan di bulan ramadhan adalah membaca Al Qur’an. Oleh karena itu,  perbanyaklah membacanya.

banner 325x300

Anjuran menghidupkan Al Qur’an memang ada. Tertera dalam kitab suci yang mulia surat Az Zumar ayat 23. Renungkan, jika itu perintah-Nya kenapa kita bermalas-malasan mengerjakannya. Jika itu perintah-Nya pastilah bermanfaat bagi hamba yang mau menunaikannya.

Surat Azzumar ayat 23 artinya, “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`ān yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah.

Sungguh siapa yang bisa menjamin ketenangan jiwa kita, kalau bukan Tuhan Yang Maha Rahman pada umatnya. Peluang nyata telah disampaikan-Nya, namun hambanya masih bermalas-malas mengerjakaannya. Padahal itu amalan ringan, tapi banyak faedahnya. Masihkah kita mencari jalan-jalan lain yang tak ada dasar hukumnya dan hasilnya belum jelas menghasilkan kebaikan bagi pelakunya.

Jalan itu mudah bagi yang mengimaninya, sekarang tinggal menetapkan waktu bacanya. Kokohkan niat tuk membaca dan mentadaruri isi kitab suci Al Quran yang mulia setiap harinya. Tetapkan targetkan bacaan anda agar menjadi pembiasaan dzikir pada-Nya. Jangan lewatkan dzikir dengan Al Qur’an tiap harinya. Jadikan itu sebagai aktivitas utama sebelum melakukan aktivitas kerja anda. Sungguh mulia bagi seorang hamba yang mengamalkannya.

Bacaan Al Quran seorang hamba mampu mandekatkan diri pada penciptanya. Aktivitas membaca dan mentadari Al Quran sebagai agenda harian merupakan aktivitas mulia. Aktivitas itu menjadi modal tuk memperbaiki akhlak menjadi mulia. Sungguh, aktivitas membaca dan mentadaburinya adalah aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang sholeh.

Tiru dan praktekan aktivitas para shalafusholeh, jika kita ingin mendapat ketentraman jiwa. Hadirlah ke majelis ilmu yang membuat tentram jiwa raga akibat tersiram Al Qur’an mulia. Bukti aktivitas nyata kita sering mendengar dan menyaksikannya. Bahwa hamba-hamba yang dekat dengan Al Qur’an pribadi dan akhlaknya luar biasa.

Rasululloh bersabda bahwa,”Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majelisnya denganku pada hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya”.

Sungguh hidup bersama Al Quran pribadimu akan menjadi mulia. Ikuti kajian Al Quran sehingga kita memahami maknanya. Isi hidupmu dengan kajian isi AL Quran dalam akvitas harianmu.

Membaca Al Quran mampu mentramkan jiwa, apalagi mendalami isinya maka akan terasa mengokohkan jiwa dan raga. Bukti itu nyata berdekatan dengan Al Qur’an mampu menampilkan akhlaq mulia.

Sungguh Rasululloh tercinta hadir diengah-tengah umatnya menpunyai misi mulia. Misi utama ingin mengajak umat hanya beribadah pada Alloh semata dan  memperbaiki akhlak.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”.( Hadits Bukhari).

Coba tengok sejarah dakwah Rasululloh berjuang memperbaiki akhlaq umatnya. Dengan mempedomani Al Quran yang suci ini, masyarakat Arab yang jahiliyah menjadi masyarakat yang berbudi.

Perhatikan surat Al Ahzab ayat 21 artinya,” Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan menemui Allah dan Hari Akhir dan mengingat Allah sebanyak-banyak”.

Sungguh, dalam diri kepribadian Baginda Muhammad nabi akhir zaman adalah sumber pembelajaran bagi yang akan mentauladaninya. Beliaulah tauladan dalam menjalani kehidupan nyata. Seorang Rasul yang sangat mencintai umatnya tergambar dari seluruh kepribadiannya.

Perhatikan kisah-kisah Rasululloh tercinta menggambar hidup sederhana  dan berakhlaq mulia. Perilakunya yang sangat istimewa karena landasannya ajaran suci nan mulia. Sikap kasih sayangnya tercermin dalam perilakunya sangat menginspirasi kita semua.

Tengok kisah Zaid bin San’ah yang dibuat terpana akibat kebaikan budi pekerti Rasululloh tercinta ketika  ingin membuktikan Kerasulannya. Peristiwa yang membuat Umar bin Khotob marah besar pada Zaid. Umar minta izin tuk membunuh Zaid.  Saat itu, zaid masuk ke majelis yang mulia dan nekat membuat keributan di dalamnya. Zaid langsung menerobos kedepan majelis dan  menarik surban Rasululloh sampai-sampai leher nabi tercikik. 

Rasululloh segera mengisyaratkan tanda agar majelis tenang. Sambil bertanya,” wahai orang yahudi ada apa?

“Kau mempunyai hutang padaku, Muhammad segera bayar,” jawab Zaid. Padahal, hutang Rasululloh belum sampai batas tempo. Akhirnya, Rasululloh memerintahkan Umar untuk membayar hutang kurma 20  sha’ dan menambah 20 sha’ lagi. Umar berkata,” Bukankah hutang kita hanya 20 sha’ saja?

Rasululloh menjawab,” Hutang kita hanya 20 sha’. Tambahan dua puluh sha’ lagi sebagai hukuman dirimu telah menakut-nakuti zaid”.

Begitulah akhlak Rasululloh pada umatnya. “Kasih sayangnya mengalahkan amarahnya”, kata Zaid bin San’ah. Sehingga  Zaid sang pendeta Yahudi mengakui kerasulannya dan menyatakan keislamannya.

Ya Rasululloh, terimalah kami semua dalam golongan umatmu. Umat yang selalu berusaha mentauladani dan menjalankan sunah-sunahnya.  Umat yang akan selalu berharap akan safaatmu di yaumil akhir nanti. Kami menyakini Engkau nabi akhir zaman yang sangat mencintai umat-umatnya. Sungguh! Amalan-amalan ramadhan salah satu ajaranmu. Di penghujung ramadhan ini, kami berharap mudahkan dalam menegakkan sunah-sunahnya. Masukkan kami semua sebagai golongan umat Baginda Muhammad SAW.

Referensi:

https://beritakini.co/news/kisah-pendeta-yahudi-masuk-islam-setelah-cekik-nabi-saw/index.html
https://almanhaj.or.id/1299-ahlus-sunnah-wal-jamaah-mengajak-manusia-kepada-akhlak-yang-mulia-dan-amal-amal-yang-baik.html
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *