crop businessman giving contract to woman to sign

IJAZAH UNTUK ORANGTUA

Oleh: Hermi Pasmawati

Mahasiswa adalah sebutan untuk peserta didik tertinggi di livel atau jenjang pendidikan. Secara usia mahasiswa merupakan individu yang berada pada fase atau periode transisi dari masa remaja ke dewasa awal. Transisi dari Siswa menjadi Maha, artinya yang paing, dalam melewati masa ini, banyak perubahan yang terjadi dalam diri mahasiswa. menyandang gelar sebagai mahasiswa tentu bukan perkara yang sederhana, butuh kematangan, dimulai dari ketepatan dalam memilih program studi yang akan dimasuki atau ditempati di Perguruan tinggi. Program studi yang menjadi pilihan hendaknya, benar-benar sesui dengan passion atau minat bakat, banyak kesalah yang terjadi dalam proses pemilihan program studi ini. baca 7-Kesalahan-Dalam-Memilih-Jurusan

Salah satunya adalah menetapkan pilihan jurusan atau program studi karena kehendak orang tua. Hal yang sangat rasional jika setiap orangtua tentunya akan memilih dan memberikan yang terbaik pada anaknya, namun jangan sampai karena harapan dan keinginan orangtua ini masa depan atau karir anak menjadi tidak jelas, anak menjadi tidak menikmati proses dari pembelajaran yang ada, indikasi-indikasi yang dapat muncul saat anak memilih progam studi karena keterpaksaan  adalah; proses atau masa studi yang lama, bahkan sebutan mahasiswa abadi dapat disematkan pada sang mahasiswa. Kalaupun bisa cepat bahkan ada yang sampai cumlaude namun biasanya tidak begitu menikmati proses atau dinamika yang terjadi pada  proses perkuliahan.

Di era melinial pilihan jurusan memang tidak begitu menjadi jaminan untuk kesuksesan seseorang dalam karier, karena sudah sangat banyak pilihan pekerjaan yang menerima lulusan dari semua jurusan atau program studi. Banyak orang yang sukses justru sangat jauh dari jurusan yang dipilih, namun dia menyenangi pilihan pekerjaan yang tidak linier dengan bidang pekerjaan yang di tempati, kondisi ini biasanya dapat terjadi karena adanya kesesuaian passion dengan pekerjaan. Di negara Indonesia ijazah memang masih sangat menjadi proritas untuk melamar pekerjaan tertentu, tuntutan inilah ynag menjadi hal yang sangat penting bagi orangtua untuk turut andil menentukan pilihan jurusan atau program studi anak-anak merekea di perguruan tinggi.

Selanjutnya adanya prestise atau kebanggaan tersendiri jika anak kuliah di program studi yang diminati, di kampus yang bonafit. faktor inilah yang menjadi acuan bagi remaja untuk tetap menjalani pilihan program studi yang direkomendasikan penuh oleh orangtua, pihak atau anggota keluarga yang lain. Belajar di perguruan tinggi memang membutuhkan penyesuaian terutama di awal-awal perkuliahan. Untuk katagori yang tidak memiliki masalah saja dalam pemilihan jurusna atu program studi akan menimbulkan beragam permaslahan di tahun awal perkuliahan, apalagi bagi remaja yang memang memilih jurusan karena keinginan orang tua.

Alasan penulis menyampaikan tema ini adalah saat pengalaman penulis membimbing skripsi atau tugas akhir seorang mahasiswa yang sudah diambang Drop Out (DO), karena masa studi mahasiswa yang bersangkutan sudah melebihi masa studi maksimum untuk  penyelesaian program sarjana Strata Satu (S1), yaitu sudah lebih dari 7 tahun atau 14 semester. Moment detik-detik terakhir pada saat moment ujian komrehensif dan ujian munaqasyah, penulis sempat bertanya apa yang telah terjadi sehingga proses penyelesaian studi sangat panjang, mahasiswa ini menyamaikan bahwa sejak awal dia tidak minat dengan program studi yang sekarang ia tempatai. Cita-citanya setelah selesai ujian dan wisudah adalah membuat kebun Cabe, sedikit tersentak dengan jawaban sang mahasiswa, Penulis kembali menanyakan ulang apakah dia benar-benar serius dengan jawabanya. Kembali  mahasiswa menyampaikan sejak awal dia sudah mendaftar di fakultas pertanian, di dua kampus bahkan sudah di terima di kampus tersebut, namun orangtuanya tidak mengizinkan. Diakhir diskusi siang itu, mahasiwa menyampaiakn bahwaijazah saya ini untuk orangtua saya.

Fenomena ini sudah sangat sering terjadi, adanya ketidak relevanan antara keinginan orangtua dan passion anak. Sebagai solusi di permasalahan ini adalah, mahasiswa sebagai individu yang sudah cukup mampu untuk menetukan pilihan, meskipun belum matang seutuhnya, namun mestinya bisa lebih mampu untuk meyakinkan pilihan yang dia pilih, dan memberikan tanggungjawab penuh bahwa dia akan bertanggungjawab terhadap pilihan ini. selanjutnya dari versi orangtua mestinya juga harus lebih demokratis dalam memberikan ruang serta kesempatan pada anak untuk mengeksplor jurusan atau program studi dengan passion anak.

Hal yang sangat dibutuhkan dalam merumuskan atau menentukan pilihan adalah, kemampuan dan skill, minat bakat anak, atau lebih ke passion anak, jika sudah menjadi minat, bakat serta passionnya otomatis akan menjadi kesenangannya, terbayangkan jika sudah suka dengan sesuatu, pasti akan sangat antusias bukan? keinginan belajar kita juga akan tinggi, tanpa disuruh, ya tanpa syarat, pastinya hal yang menjadi passion kita itu biasanya sesuatu yang mampu membuat kita sangat antusias jika sudah ada obrolan atau diskusi tentang itu. Dengan memilih jurusan atau program studi yang sesuai passion maka ijazah yang didapat akan lebih baroqah, tentunya akan lebih bermanfaat, tidak ada  istilah pengangguran, jikapun belum ada pekerjaan, kita yang berusaha menciptakan pekerjaan dengan passion yang kita miliki.

Tidak akan muncul masalah pilih-pilih pekerjaan karena insentif yang diberikan tidak sesuai atau terlalu rendah. Kembali ke key wordnya adalah sesuatu yang kita suka tidak membutuhkan kata tapi, atau dengan kata lain tanpa syarat ada instink naluri alamiah kita bergerak untuk mengerjakannya dan menekuninya. Itulah yang dikatakan sebagai passion. Pesan terakhir pada calon mahasiswa yang sekarang sednag berjuang yakinkan pilihan anda sesuai dengan minat-bakat yang dimiliki, hal yang sangat sederhana sesuaikan dengan passion dan kemampuan kita tentunya. Dengan begitu yakinlah anda akan melewati serta menikmati dinamika dalam semua proses studi pada perkuliahan. Eksplor kemampuan diri, dan eksplor pilihan jurusan atau program studi yang akan ditempati, sehingga akan lebih mudah untuk meyakinkan orangtua, tidak ada Istilah ijazah untuk orangtua, tapi yang ada adalah kesuksesan untuk orangtua dan kebermanfaatan diri.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *